• Home
  • About
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Blog Definisi | Pengertian

Blog Definisi | Pengertian
  • Home
  • Definisi
  • Pengertian
  • Pemasara
  • Produk
  • Karya Tulis
  • Seni
  • Sistem
  • SEKRETARIS
Home → Semua Post Berkategori A
Showing posts with label A. Show all posts
Showing posts with label A. Show all posts

APLIKASI KOMPUTER BERDASRKAN JENISNYA DAN PENJELASANNYA

11:21:00 AM
Berdasarkan jenisnya, aplikasi komputer dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :

1. Enterprise
Digunakan untuk organisasi yang cukup besar dengan maksud menghubungkan aliran data dan kebutuhan informasi antar bagian, contoh : IT Helpdesk, Travel Management dan lain-lain.

2. Enterprise – SupPort
Sebagai aplikasi pendukung dari Enterprise, contohnya : Database Management, Email Server dan Networking System.

3. Individual Worker
Sebagai aplikasi yang biasa digunakan untuk mengolah/edit data oleh tiap individu. Contoh : Ms.Office, Photoshop, Acrobat Reader dan lain-lain.
APLIKASI KOMPUTER BERDASRKAN JENISNYA DAN PENJELASANNYA

4. Aplikasi Akses Konten
Adalah aplikasi yang digunakan oleh individu (hanya) untuk mengakses konten tanpa kemampuan untuk mengolah atau mengedit datanya melainkan hanya melakukan kustomisasi terbatas. Contoh : Games, Media Player, Web Browser.

5. Aplikasi Pendidikan
Biasanya berbentuk simulasi dan mengandung konten yang spesifik untuk pembelajaran.

6. Aplikasi Simulasi
Biasa digunakan untuk melakukan simulasi penelitian, pengembangan dan lain-lain. Contoh : Simulasi pengaturan lampu lalu lintas.

7. Aplikasi Pengembangan Media
Berfungsi untuk mengolah/mengembangkan media biasanya untuk kepentingan komersial, hiburan dan pendidikan. Contoh : Digital Animation Software, AudioVideo Converter dan lain-lain.

8. Aplikasi Mekanika dan Produk
Dibuat sebagai pelaksana/pengolah data yang spesifik untuk kebutuhan tertentu. Contoh : Computer Aided Design (CAD), Computer Aided Engineering (CAE), SPSS dan lain-lain.

Pengertian Dan Istilah dalam Google Assense

5:01:00 AM
Google Adsense

A.     Pengertian Google Assense
Sebelum mengenal lebih juga tentang Google Adsense, sedikit terlebih dahulu akan diulas Google Adwords yang merupakan cikal bakal kelahiran Google Adsense. Google Adwords adalah program periklanan yang ditawarkan google kepada para pemilik situs yang ingin mempromosikan situsnya, dengan cara menampilkan link situs pengiklan di hasil pencarian untuk kata kunci (keyword) tertentu. Contoh : jika kita melakukan pencarian di google dengan kata kunci welding misalnya, maka selain hasil pencarian, di bagian seperempat di sebelah kanan akan muncul Sponsored Link / Pesan Sponsor. Tentu saja, para pemasang iklan akan dikenakan sejumlah biaya tergantung dari kepopuleran kata kunci yang dipilihnya.

Namun Google menyadari, meskipun dia sekarang ini menjadi search engine nomor satu di dunia, tidak semua pengguna internet di dunia yang memakai google sebagai mesin pencari, sehingga iklan di google adwords, belum mampu menjangkau seluruh pengguna internet, oleh karena itu mereka menawarkan kepada pemilik situs untuk memasang iklan google adwords di situs mereka dengan pola bagi hasil yang disebut Google Adsense . Jika ada seseorang yang mengunjung situs peserta adsense dan mengklik iklan yang ada di situs tersebut, maka pemilik situs akan mendapat komisi dari google, metode pembayaran komisi seperti ini biasa disebut dengan nama pay per click (PPC).
Pengertian Dan  Istilah dalam Google Assense
Pengertian Dan  Istilah dalam Google Assense

Ada dua kategori program google adsense yang ditawarkan:
1. AdSense for Content
Kita memberikan sebuah ruang tempat untuk google menampilkan iklan-iklan dari advertiser google. Bila Anda lihat di bagian atas dan kolom paling kanan, akan terlihat sebuah box dengan teks Ads by Google berisikan satu atau lebih iklan tertentu. Iklan-iklan ini biasa disebut sebagai Google AdWords sedangkan program pemasangan iklan pada situs itu dikenal dengan istilah Google AdSense. Bila ada pengunjung yang meng-klik salah satu iklan yang terpasang di situs-nya, maka Google akan memberikan komisi pada pemilik situs yang besarnya sangat bervariasi (Sepenuhnya ditentukan oleh Google untuk masing-masing AdWords).

2. AdSense for Search
Hampir mirip dengan AdSense for caontent, hanya saja AdSense for Search melibatkan mesin pencari Google dalam menentukan jenis Adwords yang muncul. Jadi, pengunjung sebuah situs melakukan pencarian terhadap kata kunci (keyword) tertentu lewat mesin pencari Google yang disediakan oleh pemilik situs. Bila pengunjung menemukan iklan dan dengan baik hati mengklik-nya, maka si pemilik situs akan memperoleh komisi dari Google untuk setiap klik. Jadi kita menempatkan mesin pencari google di situs kita.

Berapa banyak komisi yang Diterima?
Komisi yang didapatkan tergantung iklan yang ditempatkan di situs kita. Google sendiri akan menempatkan iklan sesuai dengan isi/content situs . Harga Pay per click sendiri ditentukan oleh seberapa mahal kata kunci tersebut dihargai oleh pemasang iklan Adwords, misalnya kata kunci welding mungkin cuma dihargai 0.5 dolar per klik, tetapi kata kunci insurance misalnya bisa dihargai hingga 30 dolar per klik. Kata-kata kunci yang bernilai tinggi inilah yang disebut dengan High Paying Keyword (HPK). Situs-situs dengan topik spesifik untuk kata kunci

B.     Istilah dalam AdSens
 Publisher : Publisher adalah orang atau pemilik situs yang sudah bergabung dan memasang iklan AdSense di situs mereka.

Ad Units : Yang dimaksud dengan Ad Units adalah iklan AdSense itu sendiri. Ad Units terdiri dari beberapa jenis dan ukuran. Yang paling umum adalah jenis iklan teks. Pada saat pengunjung mengklik unit iklan ini, maka (jika sah) pemasang iklan akan mendapatkan pemasukan sesuai dengan nilai CPC-nya.

Link Units :  Link Units hampir sama dengan Ad Units, hanya saja formatnya mirip dengan format menu yang biasa kita temui di situs-situs web. Yang membedakan Link Units dengan Ad Units adalah pada saat pengunjung meng-klik iklan ini, maka ia akan diarahkan pada halaman hasil pencarian di search engine Google. Publisher baru akan mendapatkan pemasukan apabila pengunjung mengklik salah satu Ad Unit yang ada di halaman tersebut. Pada prakteknya, Link Units terbukti menghasilkan pemasukan lebih banyak dibandingkan Ad Units biasa.

AdSense for Content :  AdSense for Content adalah iklan AdSense yang dipasang di dalam suatu halaman. Iklan-iklan yang muncul adalah iklan-iklan yang berhubungan dengan isi halaman tersebut. Atau istilahnya menggunakan konsep kontekstual. Ad Units dan Link Units adalah yang termasuk dalam AdSense for Content ini.

Alternate Ads :  Pada AdSense for Content, iklan tidak selalu muncul. Sebabnya antara lain bisa karena memang stok iklan yang berhubungan dengan isi situs sudah habis atau Google tidak dapat memperkirakan apa isi situs itu sebenarnya. Jika ini terjadi, secara default, yang ditampilkan adalah iklan layanan masyarakat atau sering dikenal dengan istilah PSA (Public Service Ads). Karena bertipe donasi, maka jika diklik, iklan ini tidak menghasilkan apa-apa bagi publisher. Untuk mengatasinya, Google memperbolehkan kita untuk memasang Alternate Ads atau iklan alternatif. Jika Ad Units yang dibuat telah diatur dengan menggunakan Alternate Ads, maka apabila Ad Units tersebut tidak dapat tampil, yang muncul adalah iklan alternatif yang telah diatur sebelumnya.

Channels : Channels adalah semacam label yang dapat diberikan pada Ad Units, Link Units, AdSense for Search, dan Referrals. Satu unit iklan dapat memiliki lebih dari satu label, dan sebaliknya, satu label dapat digunakan untuk lebih dari satu unit iklan. Di halaman laporan Google AdSense, hasil laporan akan dikelompokkan berdasarkan Channels, sehingga penggunaan Channels akan sangat memudahkan publisher untuk menganalisa performa AdSense mereka. Umumnya, publisher akan memberikan nama Channels yang sama pada unit-unit iklan yang ada di satu situs. Jika ingin lebih detail, sah-sah saja untuk memberikan nama Channels yang berbeda pada setiap unit iklan di masing-masing situs. Yang perlu diingat, maksimal jumlah Channels yang diperbolehkan saat ini adalah 200 kanal.

Page Impressions :  Page Impressions adalah jumlah yang menunjukkan berapa kali halaman yang mengandung Ad Units dibuka oleh pengunjung. Nilainya tidak terpengaruh oleh kuantitas Ad Units yang ada di dalam halaman yang bersangkutan.

Clicks : Clicks adalah jumlah klik pada Ad Units milik publisher. Dalam halaman laporan AdSense, publisher dapat melihat total klik yang ia dapatkan, maupun berdasarkan Ad Units atau Channelnya.

CTR (Clickthrough Rate) : CTR adalah perbandingan dalam persen antara jumlah klik yang diterima suatu Ad Units dengan jumlah tampilan Ad Units tersebut. Misalnya, satu Ad Units yang ditampilkan 40 kali dan diklik 10 kali memiliki nilai CTR 25% (10:40).

CPC (Cost Per Click):  CPC adalah jumlah uang yang akan didapatkan oleh publisher apabila Ad Units tertentu diklik. Nilai CPC masing-masing Ad Units berbeda dan ditentukan oleh banyak faktor, termasuk performa dan kualitas situs milik publisher. Namun secara umum, nilai maksimal yang mungkin adalah 20% dari nilai tawaran dinamis yang ditawarkan oleh pemasang iklan.

eCPM (Effective CPM) : eCPM atau CPM (Cost Per Million) adalah hasil pembagian antara jumlah pendapatan publisher dengan jumlah impresi halaman (per 1.000) yang ia dapatkan dari iklan-iklannya. Sebagai contoh, publisher yang menghasilkan USD 200 dari 50.000 impressi akan memiliki nilai CPM sebesar USD 4 (USD 200 dibagi 50).

Arti blog untuk google adsense. Jika anda ingin memulai Bisnis dari Internet tapi tidak mempunyai modal sama sekali, cara yang mudah untuk memulainya adalah dengan Blogging. Keberadaan Blogging semakin lama semakin popular saat ini. Apalagi dengan semakin berkembangnya bisnis Adsense, maka popularitas Blogging semakin naik. Dengan Blog anda dapat memulai bisnis dengan gratis. Hosting dan Domain tidak perlu bayar. Semuanya telah disediakan oleh Blogger. Selain itu tidak dibutuhkan kemampuan skill khusus untuk memulainya. Yang penting anda bisa membaca dan menulis maka anda sudah bias ngeblog.

Blog adalah halaman website sederhana yang dapat kita buat/setting dalam hitungan menit. Orang-orang biasa memakainya untuk menuliskan jurnal, diari, ataupun sales pages (halaman untuk promosi produk/jasa) sederhana. Cara  menghasilkan uang dari blogging yaitu dengan menambahkan Google Adsense dan menjadi Affiliate untuk menjual suatu produk/jasa. Untuk informasi saja, ada beberapa Internet Marketer yang sudah berpenghasilan sekitar $15.000 perbulan hanya dari ngeblog.

Yang menarik dari blogging adalah hubungannya dengan bisnis Adsense. Untuk memulai bisnis Adsense terlebih dahulu kita harus mempunyai Account Adsense. Nah, untuk mendapatkan Account itu sendiri juga bukanlah hal yang mudah bagi karena Google tidak akan sembarangan memberikan Account Adsense kepada siapa saja. Jika anda membuat website sendiri dan mendaftarkannya ke Google agar bisa direview untuk memperoleh Account Adsense, maka permohonan anda belum tentu disetujui. Website anda akan direview secara manual oleh manusia bukan robot untuk dinilai kelayakannya. Nah, salah satu cara yang paling mudah agar anda bisa disetujui sebagai publishernya Google adalah dengan ngeblog, yaitu dengan membuat blog di

Blogger  bisa lebih mudah Karena Blogger adalah salah satu perusahaan yang telah dibeli dan saat ini menjadi miliknya Goggle. Blogger juga lebih diminati untuk pembuatan adsense karena gratis.
C.    Syarat suatu situs diterima Adsense
1.    Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia hanya dapat Adsense for Search
2.    Jumlah posting banyak
3.    Situs berumur lama
4.    Tidak mengandung konten yang melanggar TOS google (pornografi, piracy, dll)
5.    Jumlah Traffic tinggi

Kesimpulan
Google Adsense merupakan sarana yang potensial untuk mencari penghasilan di dunia internet. Akan tetapi dibutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar situs kita diterima Adsense. Antara lain tidak menyalahi TOS, umur blog lama, traffic tinggi dan lain-lain. Implementasi yang dilakukan kelompok kami tidak berhasil karena dibutuhkan waktu lebih lama lagi agar blog kami diterima di Adsense. Oleh karena itu mungkin apabila diberi waktu lebih lama lagi maka kemungkinan blog kami diterima akan lebih besar.
Pengertian dan Macam-Macam Aset

Pengertian dan Macam-Macam Aset

8:56:00 AM
Aset - Aset (assets) adalah semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan. Aset dapat di klarifikasikan ke dalah beberapa subkelompok sebagai berikut :

Aset Lancar (Current Assets)

Kas (cash) adalah uang tunai yang disimpan di brankas atau di kantor, ataupun simpanan di bank, yang berbentuk giro atau simpanan lain yang dapat diambil setiap saat.

Deposito bank/deposito berjangka (time deposite) adalah simpanan pada bank yang berbentuk deposito yang dapat diambil pada waktu-waktu tertentu misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan.

Surat berharga/efek (marketable securities) adalah saham dan obligasi perusahaan lain yang segera dapat diuangkan atau dijual di bursa efek. Tujuan pemilikannya adalah untuk memanfaatkan kelebihan uang kas (idle money).

Piutang usaha (account receivable) adalah hak untuk menagih kepada pihak lain karena sebelumnya perusahaan memberikan pinjaman atau menjual barang/jasa secara kredit kepada pihak lain.

Piutang wesel/wesel tagih (notes receivable) adalah surat perintah yang ditujukan kepada seseorang atau badan tertentu untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang telah ditentukan pada orang yang namanya ditulis dalam surat tersebut atau pada orang yang membawa surat tersebut.

Persediaan barang dangang (merchandise inventory) adalah persediaan barang yang siap dijual.

Perlengkapan kantor (office supplies) adalah perlengkapan yang digunakan untuk lancarnya administrasi perkantoran. Contoh : kertas HVS, isi stapler, disket, flashdisk dan lain-lain.

Perlengkapan toko (store supplies) adalah perlengkapan yang digunakan untuk kelancaran kegiatan di toko. Contoh : Kantong plastik.

Beban dibayar di muka (prepaid expenses) adalah beban yang telah dikeluarkan oleh perusahaan, tetapi belum menjadi kewajiban atau belum digunakan. Contoh : Asuransi dibayar di muka (prepaid insurance) dan sewa dibayar di muka (prepaid rent).

Pendapatan yang harus diterima/piutang pendapatan (accurued revenus) adalah pendapatan yang sudah diperhitungkan/sudah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayarannya. Contoh : bunga yang akan diterima, dan piutang sewa.

Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang adalah penanaman modal pada perusahaan lain dalam jangka panjang, yang tujuannya selain untuk memperoleh tambahan pendapatan, juga untuk mengkontrol atau mengendalikan perusahaan tersebut, seperti investasi dalam saham dan obligasi.

Aset Tetap
Aset tetap (fixed assets) adalah kekayaan perusahaan yang pemakaiannya dalam waktu lama (lebih dari satu periode akuntansi). Aset tersebut digunakan dalam kegiatan normal perusahaan serta mempunyai nilai material (relatif besar nilainya), misalnya : tanah, gedung/bangunan, mesin-mesin, kendaraan, peralatan toko, dan peralatan kantor.

Aset Tetap Tidak Berwujud
Aset tetap tidak berwujud (intangible fixed assets) adalah hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan mempunyai nilai, namun tidak mempunyai bentuk fisik. Aset tidak berwujud antara lain sebagai berikut :
Good will, yaitu nilai lebih yang dimiliki suatu perusahaan yang timbul karena adanya keistimewaan-keistimewaan tertentu, seperti letak yang sangat stategis dan nama yang sudah sangat dikenal.
Hak paten, yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha untuk menggunakan penemuan baru.

Hak cipta, yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha untuk memperbanyak/menjual barang-barang hasil karya seni atau tulisan.
Merek dagang, yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada badan usaha untuk menggunakan nama, cap atau lambang bagi usahanya.
Hak sewa (leasing), yaitu hak untuk menggunakan aktiva tetap pihak lain dalam jangka waktu panjang.
Frenchise, yaitu hak istimewa yang diperoleh perusahaan atau perseorangan dari pihak lain untuk mengkomersilkan produk, teknik, atau formula tertentu.

Aset Lain-Lain Aset lain-lain (other assets) adalah aktiva yang tidak dapat digolongkan dalam empat jenis aktiva diatas, misalnya biaya pendirian dan biaya emisi saham serta aktiva tetap yang tidak dipakai.
Pengertian Dan Definisi Aset | PENGERTIAN ASET MENURUT PARA AHLI

Pengertian Dan Definisi Aset | PENGERTIAN ASET MENURUT PARA AHLI

8:51:00 AM
Aset, Liabilitas dan Ekuitas merupakan kata-kata yang sering kita jumpai pada mata pelajaran Akuntansi. Apakah yang dimaksud dengan Aset, Liabilitas dan Ekuitas? Berikut akan kami jelaskan mengenai pengertian dan definisi dari Aset, Liabilitas dan Ekuitas.

Aset (assets) adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Aset perusahaan berasal dari transaksi atau peristiwa lain yang terjadi di masa lalu. Perusahaan biasanya memperoleh aset melalui pengeluaran berupa pembelian atau produksi sendiri. Akan tetapi, tidak adanya pengeluaran yang bersangkutan tidak mengecualikan suatu barang atau jasa memenuhi definisi aset, misalnya barang atau jasa yang telah didonasikan kepada perusahaan dapat dianggap sebagai aset.
Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi dari aset tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivitas operasional perusahaan. Selain itu, ada beberapa manfaat ekonomi aset di masa depan, misalnya aset dapat:
a.      Digunakan baik sendiri maupun bersama aset lain dalam produksi barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan
b.     Dipertukarkan dengan aset lain
c.      Digunakan untuk menyelesaikan liabilitas
d.     Dibagikan kepada para pemilik perusahaan

Liabilitas (Liabilities) adalah kewajiban perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, peyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

Liabilitas timbul dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Jadi, misalnya pembelian barang atau penggunaan jasa menimbulkan utang usaha (kecuali jika dibayar dimuka atau pada saat penyerahan dan penerimaan pinjaman bank menimbulkan liabilitas untuk membayar kembali pinjaman tersebut.
Penyelesaian kewajiban masa kini, selain pembebasan dari kreditur, biasanya melibatkan perusahaan untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat masa depan untuk memenuhi tuntutan pihak lain. Penyelesaian kewajiban yang ada sekarang dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan:
a.      Pembayaran kas
b.     Penyerahan asset lain
c.      Pemberian jasa
d.     Penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain
e.      Konversi kewajiban menjadi ekuitas

Ekuitas (Equity) adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua liabilitas. Jumlah ekuitas yang ditampilkan dalam laporan posisi keuangan tergantung pada pengukuran aset dan liabilitas. Biasanya hanya karena faktor kebetulan jumlah ekuitas agregat sama dengan jumlah nilai pasar keseluruhan (aggregate market value) dari saham perusahaan.
Sumber Pustaka:
Raja Adri Satriawan Surya. 2012. Akuntansi Keuangan Versi IFRS+. Yogyakarta: Graha Ilmu

PENGERTIAN ASET MENURUT PARA AHLI
Pengertian Aset 
Aset merupakan elemen neraca yang akan membentuk informasi semantik berupa posisi keuangan bila dihubungkan dengan elemen yang lain yaitu kewajiban dan ekuitas. Aset merepresntasikan potensi jasa fisis dan non-fisis yang memampukan badan usaha untuk menyediakan barang dan jasa. Terdapat beberapa sumber dari pengertian aset. Diantaranya: FASC mendefinisikan aset dalam kerangka konseptualnya sebagai berikut (FSAC No.6 prg 25):
“Assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a particular entity as a result of past transaction or even”.
(Aset adalah manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau dikuasai atau dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu.)

Dengan makna yang sama International Accounting Standard Committee (IASC) bahwa asset sebagai sumber daya yang dikendalikan oleh suatu entitas sebagai hasil kejadian masa lalu yang mana manfaat ekonomis masa depan diharapkan didapatkan oleh perusahaan.

Dalam statement of Accounting Concepts No. 4, Australian Accounting Sandard Board (AASB) mendefinisikan aset sebagai berikut:
“Assets are service potential future economic benefits controlled by reporting entity as a result of past transaction or other pas events”.
(Aset sebagai potensial jasa atau manfaat ekonomis yang dikendalikan oleh pelaporan entitas sebagai hasil transaksi masa lalu tau kejadian masa lalu lainnya.)

Sedangkan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintah (Lampiran II PP No 24 tahun 2005) mendefinisikan asset lebih luas lagi, yaitu sebagai sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh suatu pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan daripadanya diperoleh manfaat ekonomi baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, dan dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.

Dari beberapa pengertian, penulis mengambil kesimpulan bahwa asset merupakan suatu elemen yang memiliki nilai manfaat ekonomis dan dapat di ukur dalam satuan uang, baik dari usaha yang transaksinya dilaporkan dimasa lampau hingga sekarang, dimiliki oleh perorangan (pemerintah) maupun di kuasai oleh pemerintah.

Untuk dapat disebut sebagai suatu aset, suatu objek harus memiliki manfaat ekonomi dimasa datang yang cukup pasti. Manfaat ekonomi ini ditunjukkan oleh potensi jasa atau utilitas yang melekat padanya yaitu sebagai suatu daya atau kapasitas langka yang dapat dimanfaatkan kesatuan usaha dalam upayanya untuk mendapatkan pendapatan melalui kegiatan ekonomi. Disamping manfaat ekonomi suatu objek bisa dikatakan sebagai aset objek tersebut tidak harus dimiliki oleh entitas tetapi cukup dikuasai oleh entitas. Artinya untuk memiliki aset harus terdapat proses yang disebut dengan transfer kepemilikan.

Kriteria lain yang merupakan penyempurnaan dalam pendefinisisan objek sebagai aset adalah aset merupakan akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

Aset dalam pandangan Islam
Pengertian aset/harta dalam alquran disebutkan dalam 25 surat dan 46 ayat. Menurut Abdul Baqi, al-maal disebutkan 86 kali dalam Al-Quran.

Jadi yang dimaksud dengan maal (harta/aset) itu berbeda-beda sesuai dengan tempat dimana kata-kata itu disebutkan dalam Al-quran. Akan tetapi makna maal (harta/aset) secara umum ialah segala sesuatu yang disukai manusia seperti: hasil pertanian, perak atau emas, ternak, atau barang-barang lain yang termasuk perhiasan dunia.

Klasifikasi Aset
Aset adalah semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan.
Aset dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa subkelompok sebagai berikut :

a. Aset lancar (current Assets)
Menurut Dyckman et al, “Aktiva lancar mencakup kas dan aktiva lainnya yang diperkirakan dapat direalisasi menjadi kas atau dijual atau digunakan selama satu siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca (salah satu yang lebih lama).” Yang termasuk dalam aktiva lancar adalah kas (cash), investasi jangka pendek (temporary investment), wesel tagih (notes receivable), penghasilan yang masih akan diterima (accruals receivable), persediaan barang (inventory), dan biaya yang dibayar dimuka (prepaid expense).

b. Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Investasi jangka panjang dapat berupa saham dan obligasi dari dan pinjaman kepada perusahaan lain, harta kekayaan yang tidak digunakan dalam operasi rutin perusahaan misalnya gedung yang disewakan kepada pihak lain, mesin yang digunakan di waktu yang akan datang, dana yang diperuntukkan bagi tujuan khusus selain pembayaran utang jangka pendek, pinjaman kepada anak perusahaan atau perusahaan afiliansi.

c. Aktiva Tetap (Fixed Asset)
Menurut Carl S. Warrant, James M. Reeve, Philip E. Fees yang diterjemahkan oleh Aria Farahmita, dkk dalam buku “Pengantar Akuntansi” menyatakan bahwa: “Aktiva tetap (fixed asset) adalah sumber daya fisik yang dimiliki serta digunakan oleh bisnis dan bersifat permanen atau tahan lama”.

Yang termasuk dalam kelompok aktiva tetap adalah tanah, bangunan atau gedung (building), mesin-mesin (machinery), peralatan kantor (office furniture), peralatan toko (store furniture), alat pengangkutan (delivery equipment) dan sumber-sumber alam (natural resources) 

d. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)
Djarwanto mengartikan aktiva tidak berwujud sebagai hak-hak yang dimiliki perusahaan. Hak ini diberikan kepada penemunya, penciptanya, atau penerimanya. Pemilik hak ini dapat karena menemukan sendiri atau diperoleh dengan jalan membeli dari penemunya. Hak-hak ini dilindungi oleh undang-undang.

Yang termasuk dalam aktiva tidak berwujud (Intangible Asset) adalah hak cipta (copyrights), hak sewa/kontrak (leasholds), hak monopoli (franchises), hak paten, merek dagang (trademarks), biaya organisasi (organization costs) dan goodwill.

e. Biaya yang Ditangguhkan (Deffered Charges)
Biaya yang ditangguhkan umumnya muncul karena pembayaran di muka beban jangka panjang. Beban ini memiliki manfaat ekonomis di masa yang akan datang yang dapat ditentukan dengan meyakinkan.

Biaya yang ditangguhkan (Deffered Charges) adalah pengeluaran-pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang, dimana pembebanannya sebagai biaya usaha berlangsung untuk beberapa tahun atau periode. Yang termasuk dalam biaya yang ditangguhkan adalah biaya penataan ulang mesin, biaya penerbitan obligasi, biaya pensiun dibayar dimuka atau pembayaran di muka asuransi.

f. Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Other Non-Current Asset)
Adalah harta kekayaan perusahaanlain yang tidak termasuk pada kelompok-kelompok aktiva tersebut sebelumnya. Perbedaan utama antara aktiva lancer atau jangka pendek dengan aktiva tidak lancer atau jangka panjang adalah :
Aktiva jangka panjang tidak habis digunakan dalam siklus operasi tunggal;
Manajemen bermaksud memiliki atau menggunakan aktiva jangka panjang melebihi periode satu tahun dari tanggal neraca atau satu siklus operasi normal (jika lebih panjang).
Yang termasuk dalam aktiva tidak lancar lainnya adalah uang kas pada bank tertutup atau dinegara asing, investasi lain-lain yang tidak termasuk dalam investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang
PENGERTIAN ASET DAN KEWAJIBAN

PENGERTIAN ASET DAN KEWAJIBAN

8:31:00 AM
PENGERTIAN ASET DAN KEWAJIBAN
Ada banyak definisi dari aset (asset) yang diberikan oleh para ahli, di antaranya adalah seperti di bawah ini:
q  Financial Accounting Standard Board (FASB) dalam Statement of Financial Accounting Concepts Nomor 6 tentang Elements of Financial Statements  memberikan definisi: assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a particular entity as a result of past transactions or events.
q  Bazley et al. (2007: 122) memberikan definisi: assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a company as a result of past transactions or events. Definisi ini sama dengan definisi dari FASB hanya berbeda pada kata “a particular entity” di definisi FASB yang pada definisi Bazley et al. diganti menjadi “a company”.
q  Stice et al. (2007: 94) memberikan definisi: assets are probable future economic benefit obtained or controlled by a particular entity as a result of past transactions or events. Definisi ini sama dengan definisi dari FASB.
q  International Accounting Standard (IAS) dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements) memberikan  definisi sebagai berikut: an asset is a resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected to flow to the enterprise.
q  Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) tentang Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (SAK, 2007: 9) memberikan definisi: aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh badan usaha sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh badan usaha. Definisi ini sama persis dengan definisi dari IAS.
Jika dilihat dari definisi yang diberikan mengenai aset seperti terlihat di atas nampak bahwa secara umum definisi yang diuraikan di atas dapat dikategorikan ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok pertama yang mengadopsi definisi dari FASB dan kelompok kedua yang mengadopsi definisi dari IAS. Nampak pula definisi dari FASB dan IAS secara prinsip tidak berbeda. Namun perlu dicatat masih banyak definisi-definisi lain tentang aset yang dikemukakan oleh para ahli, tidak hanya terbatas pada 2 kelompok definisi yang mengacu pada definisi FASB dan IAS. Tetapi karena dua definisi ini yang banyak digunakan sebagai acuan, maka 2 definisi ini yang diuraikan dan akan dijadikan acuan pada tulisan ini. Bila mengacu pada definisi dari FASB, maka komponen utama yang penting dari definisi aset dapat diuraikan sebagai berikut:
q  Probable Future Economic Benefits
Karena aset memberikan manfaat masa depan, maka digunakan istilah probable (cukup pasti). Untuk economic benefits di sini dapat dimaknai sebagai economic resources. Suatu benda dapat dikatakan sebagai economic resources apabila memiliki 2 karakteristik, yaitu kelangkaan dan manfaat.
Menurut APB Statement Nomor  4 contoh dari economic resources adalah :
a.       Productive resources yang bisa berupa bahan baku, mesin, peralatan, sumber daya alam, paten dan aktiva tidak berwujud lainnya, jasa dan hak kontrak untuk menggunakan mesin, peralatan, bangunan dari pihak lain.
b.      Produk yaitu barang yang siap untuk dijual (persediaan).
c.       Uang (kas dan setara kas).
d.      Tagihan atas sejumlah uang (piutang).
e.       Kepemilikan pada badan usaha lain (investasi pada badan usaha lain).
q  Obtained or Controlled
Suatu aset dapat diakui sebagai milik badan usaha apabila diperoleh dan dikendalikan oleh badan usaha. Masalah ini menjadi penting, karena banyak yang memaknainya sebagai kepemilikan (hak milik) atas aset. Padahal yang lebih penting bukan kepemilikan aset, tetapi pengendalian dari aset tersebut. Contoh: badan usaha membeli mesin secara kredit dengan jangka waktu pembayaran selama 10 tahun. Pada saat pembelian badan usaha dapat mencatat mesin sebagai asetnya, walaupun belum ada bukti kepemilikan. Yang penting        di sini badan usaha sudah dapat mengendalikan mesin tersebut (dapat digunakan). Contoh yang lain adalah: badan usaha melakukan sewa guna usaha (leasing) mesin dengan jenis capital lease, maka pada saat kontrak lease ditandatangani mesin tersebut sudah dapat diakui sebagai aset leasing (aktiva sewa guna usaha) badan usaha, padahal tidak ada bukti kepemilikan. Pengakuan sebagai aset di sini melihat dari pengendalian mesin tersebut.
q  Result of Past Transaction or Event
Suatu aset dapat diakui jika disertai dengan adanya transaksi atau kejadian yang berhubungan dengan perolehan aset tersebut. Transaksi dan kejadian di sini harus sudah terjadi di masa lalu. Contoh: suatu mesin bisa diakui sebagai aset apabila ada transaksi pembelian atau kontrak sewa guna usaha terlebih dahulu. Suatu kondisi yang masih belum pasti (kontinjensi) tidak dapat diakui sebagai aset. Untuk kejadian (event) di sini kadang menimbulkan konflik, yaitu kejadian bagaimana yang dapat menimbulkan aset? Apakah tanda tangan suatu kontrak sama dengan kejadian? Banyak kontrak yang disebut sebagai executory contract, seperti perjanjian sewa-menyewa yang baru akan diakui sebagai aset setelah dilaksanakannya ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam kontrak tersebut. Tetapi apabila terdapat kontrak untuk membeli mesin pada tahun 2010 dan tidak ada pemenuhan perjanjian apapun saat ini, maka tetap tidak diakui sebagai aset.
q  Exchangeability
Walaupun tidak terdapat dalam definisi dari FASB, namun beberapa akuntan setuju untuk memasukkan komponen exchangeability dalam definisi aset. Mereka berargumen suatu barang yang kurang memiliki kemampuan untuk dipertukarkan akan kurang memiliki nilai ekonomis. Yang menjadi masalah apabila unsur exchangeability dimasukkan sebagai kriteria untuk menilai goodwill. Goodwill tidak dapat dipertukarkan sebagai komponen terpisah dari keseluruhan badan usaha, sehingga pasti tidak memiliki kemampuan exchangeability. Tetapi pendapat tentang exchangeability itu sendiri masih diperdebatkan, ada juga yang menolak dan FASB sendiri tidak memasukkannya dalam kriteria aset.

Sedangkan untuk kewajiban beberapa definisi yang diberikan oleh para ahli adalah seperti di bawah ini:
q  FASB dalam Statement of Financial Accounting Concepts Nomor 6 tentang Elements of Financial Statements  memberikan definisi sebagai berikut: liabilities are probable future sacrifices of economic benefits arising from present obligations of a particular entity to transfer assets or provide services to other entities in the future as a result of past transactions or events.
q  Bazley et al. (2007: 122) memberikan definisi sebagai berikut: liabilities are the probable future sacrifices of economic benefits arising from present obligations of a company to transfer assets or provide services in the future as a result of past transactions or events. Definisi ini sama dengan definisi dari FASB hanya berbeda pada kata “a particular entity” di definisi FASB, yang pada definisi Bazley et al. diganti menjadi “a company”. Demikian pula kata “to other entities” pada definisi Bazley et al. dihilangkan.
q  Stice et al. (2007: 94) memberikan definisi: liabilities are probable future sacrifices of economic benefits arising from present obligations of a particular entity to transfer assets or provide services to other entities in the future as a result of past transactions or events. Definisi ini sama dengan definisi dari FASB.
q  International Accounting Standard (IAS) dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements) memberikan  definisi sebagai berikut: a liability is a present obligation of the entrerprise arising from past events, the settlement of which is expected to result in an outflow from the enterprise of resources embodying economics benefits.
q  Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) tentang Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (SAK, 2007: 9) memberikan definisi kewajiban sebagai berikut berikut: kewajiban adalah utang badan usaha masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus ke luar dari sumber daya badan usaha yang mengandung manfaat ekonomi. Definisi ini sama persis dengan definisi dari IAS.

Jika dilihat dari definisi yang diberikan mengenai liability seperti terlihat di atas nampak bahwa sama dengan pada definisi mengenai aset, secara umum definisi yang diuraikan untuk liability dapat dikategorikan ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok pertama yang mengadopsi definisi dari FASB dan kelompok kedua yang mengadopsi definisi dari IAS. Nampak pula definisi dari FASB dan IAS secara prinsip tidak berbeda. Namun sama dengan uraian definisi aset di atas, perlu dicatat masih banyak definisi-definisi lain tentang kewajiban yang dikemukakan oleh para ahli, tidak hanya terbatas pada 2 kelompok definisi yang mengacu pada definisi FASB dan IAS. Tetapi karena dua definisi ini yang banyak digunakan sebagai acuan, maka 2 definisi ini yang diuraikan dan menjadi acuan pada tulisan ini.Bila mengacu pada definisi dari FASB, maka komponen utama yang penting dari definisi kewajiban dapat diuraikan sebagai berikut:

q  Obligation.
Istilah obligation dapat diterjemahkan sebagai kewajiban, di mana dalam kewajiban ini tercakup komitmen legal, moral, sosial dan kewajiban yang tersirat. Dalam hal ini berlaku ungkapan substansi mengungguli bentuk. Sebagian besar kewajiban memiliki kepastian hukum tetapi beberapa masih berdasarkan kewajiban yang bersifat equitable and constructive. Contoh equitable adalah kewajiban untuk mengganti barang cacat walaupun tidak ada dalam perjanjian, sedangkan constructive misalnya untuk vocation pay pegawai di akhir tahun walaupun tidak ada perjanjian terdahulu.
q  To transfer assets or provide services to other entities.
Jadi kewajiban mengakibatkan klaim khusus atas aset atau jasa di masa depan dan bersifat probable (cukup pasti). Jika yang diklaim di masa depan bukan aset atau jasa, tetapi saham badan usaha itu sendiri, maka bukan termasuk kewajiban.
q  Result  of past Transaction or Event.
Kewajiban timbul dengan didahului terjadi transaksi atau kejadian. Contoh: utang dagang bisa timbul setelah terjadi transaksi pembelian barang dagangan secara kredit. Sedangkan kejadian yang menimbulkan utang dagang adalah penerimaan barang dari penjual. Apabila yang terjadi adalah executory contract, maka apakah sudah dapat disamakan dengan past transaction or event? Executory contract tidak dapat disamakan dengan past transaction or event, kecuali jika sudah terjadi pemenuhan komponen-komponen dalam kontrak tersebut            di antara kedua belah pihak. Bagaimana dengan loss contingencies? Untuk kontinjensi karena terjadinya belum pasti, maka menurut FASB dapat diakui sebagai kewajiban jika kepastian terjadinya probable dan jumlahnya dapat diestimasi. Apabila hal tersebut tidak dapat dilakukan, maka tidak diakui sebagai kewajiban. Untuk beberapa hal badan usaha melakukan off-balance sheet financing sebagai cara manajemen untuk tetap mempertahankan rasio debt-equity (financial leverage). Contoh yang paling umum dari off-balance sheet financing adalah operating lease. Dalam operating lease, badan usaha akan memiliki kesempatan menggunakan aset tetapi tidak mengakui adanya aset dan kewajiban. Pengakuannya hanya sebagai biaya sewa saja. Tentu saja dengan operating lease, financial leverage badan usaha akan tetap terjaga.

Pengertian Dan Sejarah Atletik di Dunia Dan di Indonesia

2:58:00 AM
Atletik merupakan salah satu olahraga yang sering dilombakan dalam ajang perlombaan seperti SEA GAMES, ASEAN GAMES, OLYMPIADE, PON dan banyak lagi Ajang olahraga lainnya. Namun sejarah Atletik ini berasal dari bangsa Eropa.

Atletik merupakan kata berasal dari bahasa Yunani yaitu kata Athlon atau Athlum, kata ini mempunyai makna pertandingan, perjuangan, pergulatan atau perlombaan. Sedangkan orang yang melakukannya disebut dengan Athleta atau atlet.

Pengertian Atletik & Sejarah Atletik di Dunia & di Indonesia Adalah
Dalam Atletik juga kita pernah menjumpai kata "Pentahtlon", Pentahtlon sendiri terdiri dari dua kata yaitu Penda dan Athlon. Penda mempunyai arti Lima atau Panca sedangkan Athlon mempunyai arti Lomba. Jadi artinya adalah perlombaan yang terdiri dari lima nomor.

Dari pengertian di atas maka kita dapat menyimpulkan jika Atletik adalah sebuah cabang olahraga yang diperlombakan terdiri dari nomor jalan, lari, lempar dan lompat.
Pengertian Dan Sejarah Atletik di Dunia Dan di Indonesia
Pengertian Dan Sejarah Atletik di Dunia Dan di Indonesia
Atletik dalam bahasa Inggris adalah "Athletic", berbeda dengan bahasa Yunani, dalam bahasa Inggris dan Jerman Atletik mempunyai arti yang lebih luas yaitu berbagai macam cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan seperti bolabasket, sepakbola,tenis, renang, senam dan beberapa olahraga lainnya.

Dalam Sejarah, Yunani adalah bangsa pertama yang menyelenggarakan perlombaan Atletik. Hal ini dapat kita ketahui dari karya pujangga asal Yunani Purba bernama Homerus. Atletik berasal dari bahasa Yunani yaitu "Athlos" artinya adalah Lomba. Pada waktu itu cabang olahraga atletik dikenal dengan pentahhlon atau panca lomba dan decathlon atau dasa lomba.

Pada sebuah Buku Odysus karya dari Hemerun menjelaskan jika petualangan Odysus saat berkunjung ke kepulauan di sebelah selatan Yunani disambut oleh kepala suku dengan mengadakan upacara penyambutan. Diacara tersebut ada beberapa lomba yang diperlombakan seperti lompat,lari,lempar cakram, gulat dan tinju. Sedangkan pada tahun 776 SM bangsa Yunani mengadakan Olympiade. Dalam lomba tersebut pemenang adalah yang menjadi juara Petahlon.

Olympiade yang modern dilaksanakan atas usulan dari seorang berasal dari Perancis yang bernama Baron Peire Louherbin pada tahun 1896 di Athena, Yunani. Dalam ajang ini cabang atletik merupakan tambang medali yang menjadi perebutan.

Organisasi Olahraga Atletik Internasional terbentuk pada 17 Juli 1912 di Stockhom, Swedia. Pembentukan tersebut bersamaan dengan Olympiade ke-5, Organisasi tersebut bernama “International Amateur Athletic Federation” atau dapat disingkat dengan IAAF.

Sejarah Atletik di Indonesia mulai terbentuk pada 3 September 1950, pada tahun tersebut Indonesia mendirikan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia atau biasa disingkat dengan PASI

Pengertian Agresi, Proses, Faktor-faktor Dan Cara Mengurangi Perilaku Agresif

3:34:00 PM
A. Pengertian Agresi
Agresi adalah segala bentuk perilaku yang disengaja terhadap makhluk lain dengan tujuan untuk melukainya dan pihak yang dilukai tersebut berusaha untuk menghindarinya. Dari definisi tersebut terdapat empat masalah penting dalam agresi. Pertama, agresi merupakan perilaku. Kedua, ada unsur kesengajaan. Ketiga, sasarannya adalah makhluk hidup, terutama manusia. Keempat, ada usaha menghindar pada diri korban.

Secara umum, agresi memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif, dimana keduanya dimaksudkan untuk memperkuat kesadaran diri. Sisi positifnya kerap disebut “pernyataan diri” (assertiveness), yakni memperkuat kesadaran diri tanpa merugikan atau melukai diri orang lain. Sedangkan sisi negatifnya kita namakan tindak kekerasan (violence), yang lebih berpusat pada perampasan hak-hak atau kesadaran diri orang lain. Terjadinya agresi (negatif) dalam kehidupan manusia itu dikarenakan tidak adanya mekanisme biologis dalam diri manusia untuk menghambat sikap agresif tersubut. Selain itu problematika manusia berbuat agresi (negatif) adalah ia tidak hanya hidup di dunia “nyata”, tetapi juga di dunia simbolis. Dengan kata lain, kita telah memperluas “ego” melebihi diri kita sendiri dan dari segala apa yang kita cintai kepada sesuatu yang bersifat simbolik.
Pengertian Agresi
Pengertian Agresi, Proses, Faktor-faktor Dan Cara Mengurangi Perilaku Agresif
B. Proses agresi
Agresi merupakan perilaku melukai orang lain, perilaku tersebut pastilah terjadi melalui proses. Proses tersebut antara lain:

1. Melalui pemodelan
Dengan melihat berbagai kejadian yang menstimulasi agresi, orang bisa menjadi agresif. Proses meniru seperti itu biasa disebut sebagai pemodelan atau imitasi. Salah satu karakteristik penting dalam proses modeling ini adalah adanya hubungan emosional yang kuat antara model dengan peniru. Biasanya orang yang ditiru adalah orang yang dikagumi.
Belajar sosial yang paling banyak berpengaruh akhir-akhir ini adalah media televisi. Sering terjadi bahwa proses peniruan memang tidak didasari oleh rasionalitas, sehingga orang yang menyaksikan kekerasan di televisi bisa menjadi ikut-ikutan agresif. Bahwa dengan melakukan peniruan itu, peniru merasa diberi reward dari orang yang ditirunya.
Meskipun para pakar psikologi masih mempertanyakan sejauh mana TV dan bioskop mempengaruhi perilaku manusia, sebagian besar peneliti memberikan kesimpulan “bahwa menonton kekerasan memang meningkatkan agresi antar pribadi, terutama dikalangan anak kecil”. Kekerasan dalam film dapat menimbulkan perilaku agresif melalui beberrapa cara:
1. Dengan mengajarkan gaya tindakan agresif.
2. Dengan meningkatkan keterbangkitan.
3. Dengan membuat orang tidak peka terhadap kekerasan.
4. Dengan mengurangi kendala pada perillaku agresif.
5. Dengan mengubah tentang cara penyelesaian konflik.

2. Melalui pembelajaran
Dalam proses pemodelan, meakipun peniru merasa mendapatkan hadiah dengan melakukan hal yang sama dengan pelaku, sebenarnya antara peniru dan yang ditiru memiliki hubungan yang jelas dalam konteks prosesnya. Disisi lain, sering ada kesengajaan seseorang meminta orang lain melakukan suatu perbuatan dengan memberi imbalan apabila orang tersebut mau melakukan. Contah yang ekstrim dalam hal ini adalah eksekutor yang bekerja sebagai tukang jagal. Hubungan inilah yang biasanya disebut sebagai proses belajar terkondisi.

C. Faktor-faktor agresi
Agresi adalah tingkah laku yang dapat menyakiti orang lain. dalam agresi terdapat beberapa faktor dan tiap faktor agresi dapat berbeda dengan tindakan agresi yang satu dengan agresi yang lainnya tergantung dari tindakan agresi itu sendiri dan dimana tindakan agresi itu terjadi. Akhir-akhir ini tindakan agresi banyak terjadi di lingkup sosial baik di sekolah maupun lingkup sosial lainnya. Di bawah ini ada beberapa faktor penyebab terjadinya Agresi atau Agresivitas:

1. Faktor Biologis
Ada beberapa faktor biologis yang mempengaruhi perilaku agresi:
a. Gen tampaknya berpengaruh pada pembentukan sistem neural otak yang mengatur perilaku agresi.
b. Sistem otak yang tidak terlibat dalam agresi ternyata dapat memperkuat atau menghambat sirkuit neural yang mengendalikan agresi.
c. Kimia darah. Kimia darah (khususnya hormon seks yang sebagian ditentukan faktor keturunan) juga dapat mempengaruhi perilaku agresi.

2. Faktor Naluri atau Insting
Menurut Sigmund Freud, bahwa dalam diri manusia terdapat dua jenis insting yakni eros ( naluri kehidupan ) dan thanatos (naluri kematian) agresi adalah ekspresi dari naluri kematian (thanatos). Agresi dapat diarahkan kepada orang lain atau sasaran-sasaran lain (eksternal) dan dapat pula pada diri sendiri (internal).

3. Faktor Amarah
Marah merupakan emosi yang memiliki ciri-ciri aktifitas sistem saraf parasimpatik yang tinggi dan adanya perasaan tidak suka yang sangat kuat yang biasanya disebabkan adanya kesalahan, yang mungkin nyata-nyata salah atau mungkin juga tidak. Pada saat marah ada perasaan ingin menyerang, meninju, menghancurkan atau melempar sesuatu dan biasanya timbul pikiran yang kejam. Bila hal-hal tersebut disalurkan maka terjadilah perilaku agresi.

4. Faktor Frustrasi
Frustrasi terjadi bila seseorang terhalang oleh sesuatu hal dalam mencapai suatu tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan atau tindakan tertentu. Agresi merupakan salah satu cara berespon terhadap frustasi. Remaja miskin yang nakal adalah akibat dari frustrasi yang berhubungan dengan banyaknya waktu menganggur, keuangan yang pas-pasan dan adanya kebutuhan yang harus segera terpenuhi tetapi sulit sekali tercapai. Akibatnya mereka menjadi mudah marah dan berperilaku agresi.

5. Faktor sosial learning (peran belajar model kekerasan)
Dewasa ini tindakan agresi dapat di contoh dari beberapa media anak-anak dan remaja banyak belajar menyaksikan adegan kekerasan melalui Televisi dan juga "games" atau pun mainan yang bertema kekerasan. Acara-acara yang menampilan adegan kekerasan hampir setiap saat dapat ditemui dalam tontonan yang disajikan di televisi mulai dari film kartun, sinetron, sampai film laga.

D. Cara mengurangi perilaku agresif
Perilaku agresif merupakan masalah utama dalam masyarakat manusia. Kejahatan individual dan kekerasan sosial dalam skala besar sangat merugikan dan membayakan kesejahteraan individu maupun struktur sosial secara umum. Karena itu pemahaman tentang cara mereduksi agresifitas merupakan hal yang sangat penting.
Dalam situasi tertentu orang akan melakukan agresi atau tidak, ditentukan oleh tiga variabel:

1) Intensitas amarah seseorang, yang sebagian ditentukan oleh taraf frustasi atau serangan yang menimbulkannya, dan sebagian ditentukan oleh tingkat persepsi individu terhadap frustasi yang menimbulkan amarah ini.

2) Kecenderungan untuk mengekspresikan amarah, yang pada umumnya dientukan oleh apa yang telah dipelajari seseorang tentang agresivitas, dan pada khususnya ditentukan oleh sifat situasi ini.

3) Kekerasan dilakukan karena alasan lain yang lebih bersifat instrumental.
Adapun cara untuk mengurangi perilaku agresif antara lain:
a) Mengurangi frustrasi
b) Orang dapat diajar untuk tidak melakukan agresi dalam situasi tertentu, atau dapat belajar untuk menekan agresivitas pada umumnya. Misalnya, anak belajar untuk tidak berkelahi dalam kelas, dan pada umumnya juga diajari untuk berhati-hati agar tidak saling melukai.
c) Memberi hukuman atau pembalasan, rasa takut terhadap hukuman atau pembalasan bisa menekan perilaku agresif.

Definisi, Tujuan Dan Fungsi Akuntansi Biaya

5:01:00 AM
Akuntansi biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, penghitungan, peringkasan, pengevaluasian dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara efektif dan efisien.

Perbedaan Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan & Akuntansi Manajemen :
• Akuntansi Biaya : berguna untuk menghitung biaya suatu produk yang mengandung unsur bahan baku, upah langsung dan overhead pabrik (biaya fabrikase), serta memusatkan pada akumulasi biaya, penilaian persediaan dan perhitungan serta penetapan harga pokok suatu produk, hanya menekankan pada sisi biaya
• Akuntansi Keuangan : mengarah pada proses penyusunan laporan keuangan yang akan diberikan pada pemilik perusahaan
• Akuntansi Manajemen : menekankan pada penggunaan data akuntansi untuk pengambilan keputusan bisnis, menekankan pada aspek pengendalian manajemen atas biaya
Definisi Akuntansi Biaya
Definisi Akuntansi Biaya
Tujuan Akuntansi Biaya :
Penentuan Harga Pokok Produksi : mencatat, menggolongkan dan meringkas biaya pembuatan produk
Menyediakan informasi biaya untuk kepentingan manajemen : biaya sebagai ukuran efisiensi
Alat Perencanaan : perencanaan bisnis pasti berkaitan dengan penghasilan dan biaya, Perencanaan biaya akan memudahkan dalam pengendalian biaya
Pengendalian biaya : membandingkan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk dengan biaya yang sesungguhnya terjadi
Memperkenalkan berbagai metode : berbagai macam metode dalam Akuntansi biaya dapat dipilih sesuai dengan kepentingan yang diperlukan dengan hasil yang paling efektif dan efisien
Pengambilan keputusan khusus : sebagai alat manajemen dalam mengawasi dan merekam transaksi biaya secara sistematis dan menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.
Menghitung Laba perusahaan pada periode tertentu : untuk mengetahui laba maka diperlukan biaya yang dikeluarkan, biaya merupakan salah satu komponen dalam laba
Menghitung dan menganalisis terjadinya ketidakefektifan dan ketidakefisienan : membahas batas maksimum yang harus diperhatikan dalam menetapkan biaya suatu produk, menganalisis dan menentukan solusi terbaik jika ada perbedaan antara batas maksimum tersebut dengan yang sesungguhnya terjadi.

Fungsi Akuntansi Biaya :
Melakukan perhitungan dan pelaporan biaya (harga) pokok suatu produk
Memperinci biaya (harga) pokok produk pada segenap unsurnya
Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya dan beban
Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran
Memberikan informasi biaya bagi manajemen guna dipakai di dalam pengendalian manajemen

Organisasi Perusahaan
  • Struktur organisasi dibentuk untuk menentukan posisi, wewenang, kewajiban, tanggung jawab serta hubungan antar manajer di perusahaan
  • Organisasi seperti ini sangat berkaitan dengan akuntansi biaya karena digunakan untuk menyusun sistem biaya sesuai dengan tanggung jawab individual dalam mencapai tujuan perusahaan
Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • PENGERTIAN HARGA DAN STRATEGI PENENTUAN HARGA
    1. Pengertian Harga Harga, nilai dan faedah (utility) merupakan konsep-konsep yang sangat berkaitan. Utility adalah atribut suatu produk ...
  • Pengertian Promosi Menurut Para Ahli
    Promosi merupakan salah satu variabel di dalam marketing mix yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam pemasaran produk...
  • Definisi Dan Teori Motifasi
    1. Definisi Motivasi  Setiap organisasi ingin mencapai tujuannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, peran manusia yang terlibat didal...
  • Pengertian EKOSISTEM | Sistem Ekologi
    Pengertian ekosistem pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli ekologi berkebangsaan Inggris bernama A.G. Tansley pada tahun 1935, walaup...
  • Pengertian Motivasi Diri Dan Teori Motivasi
    Pengertian Motivasi Diri Motivasi Diri adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Kita...
  • PENGERTIAN SEMANTIK DAN PRAGMATIK
    SEMANTIK Semantik ialah bidang yang mengkaji selok-belok makna. Oleh sebab, makna merupakan ciri semua sistem lambang, maka pada kebias...

Labels

  • A (23)
  • Administrasi (13)
  • B (25)
  • Belajar (33)
  • C (5)
  • D (5)
  • Definisi (80)
  • Drama (4)
  • Faktor faktor (5)
  • Filsafat (7)
  • Fungsi (18)
  • Geografi (7)
  • Gerhana (3)
  • Ilmu Komunikasi (6)
  • Jenis - Jenis (10)
  • Karakter (6)
  • Karya Tulis (29)
  • Komunikasi (8)
  • Makalah (5)
  • Manajemen (18)
  • Metode Pembelajaran (12)
  • P (5)
  • PENDIDIKAN INKLUSIF (5)
  • PTK (4)
  • Pemasaran (14)
  • Pembelajaran (6)
  • Pendidikan (26)
  • Penelitian (5)
  • Pengertian (294)
  • Pengertian Komunikasi (5)
  • Pengertian Menurut Para Ahli (58)
  • Pengertian Secara Umum (14)
  • Penjualan (8)
  • Pentingnya Pengawasan (1)
  • Peradapan (5)
  • Prinsip (6)
  • Produk (14)
  • S (21)
  • SEKRETARIS (8)
  • Sejarah (25)
  • Seni (19)
  • Seni Rupa (10)
  • Sistem (18)
  • Tujuan (12)

Popular Posts

  • Pengertian Renang, Sejarah Renang, Macam-Macam Gaya Renang Dan Manfaat Berenang
  • Pengertian, Bagian Bagian GENERATOR (MAKALAH MESIN GENERATOR AC)
  • Pengertian Produk Menurut Para Ahli
  • Pengertian Dan Definisi aplikasi Menurut Para Ahli
  • Contoh Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
close
close

Contoh Contoh Proposal

  • CONTOH-CONTOH PROPOSAL
    CONTOH MAKALAH: KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA
  • Ragam Cara Beternak
    Beternak Kakak Tua || CONTOH MAKALAH TENTANG KAKAK TUA
  • Daftar Tanaman Obat
    Manfaat Buah Delima Untuk Kesehatan Dan Kecantikan
Copyright © 2015 Blog Definisi | Pengertian. All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login