• Home
  • About
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Blog Definisi | Pengertian

Blog Definisi | Pengertian
  • Home
  • Definisi
  • Pengertian
  • Pemasara
  • Produk
  • Karya Tulis
  • Seni
  • Sistem
  • SEKRETARIS
Home → Semua Post Berkategori Pengertian Menurut Para Ahli
Showing posts with label Pengertian Menurut Para Ahli. Show all posts
Showing posts with label Pengertian Menurut Para Ahli. Show all posts
PENGERTIAN MORFOLOGI, PENGERTIAN MORFOLOGI MENURUT PARA AHLI

PENGERTIAN MORFOLOGI, PENGERTIAN MORFOLOGI MENURUT PARA AHLI

9:30:00 AM
PENGERTIAN MORFOLOGI
Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.

Fonologi adalah ilmu tentang perbendaharaan fonem sebuah bahasa dan distribusinya. Fonologi berbeda dengan fonetik. Fonetik mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafazkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa.

Fonem sebuah istilah linguistik dan merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi.
Misalkan dalam bahasa Indonesia bunyi [k] dan [g] merupakan dua fonem yang berbeda, misalkan dalam kata “cagar” dan “cakar”. Tetapi dalam bahasa Arab hal ini tidaklah begitu. Dalam bahasa Arab hanya ada fonem /k/.
Sebaliknya dalam bahasa Indonesia bunyi [f], [v] dan [p] pada dasarnya bukanlah tiga fonem yang berbeda. Kata provinsi apabila dilafazkan sebagai [propinsi], [profinsi] atau [provinsi] tetap sama saja.

Pada saat hendak kita mempelajari ilmu, pertanyaan yang pertama kali muncul biasanya berkenaan dengan pergertian yang menjadi label ilmu yang bersangkutan.
Dalam kamus internasional, Ralibi ( 1982: 363 ) mengemukakan bahwa, morfologi berasal dari bahasa yunani morfhen yang digabungkan dengan logos Morfhen berarti bentuk dan logos berarti ilmu. Bunyi / O / yang terdapat diantara morfhen logos ialah bunyi yang biasa muncul di antara dua kata yang di gabungkan. Misalnya, pada saat psyche  digabungkan dengan logos, maka muncullah bunyi /o/ seperti itu di antara kedua kata yang  digabubngkan sehingga terbentuklah kata psychologi ( psikologi ) Demikian pula ketika fon di gabungkan dengan logi, maka muncullah bunyi /o/ sehingga terbentuklah kata fonologi.

Kata, Bentuk kata, dan Leksem
            Menurut Crytal (1980: 383- 385 ), kata kata adalah satuan ujaran yang mempunyai pengenalan intuitif universal oleh penutur asli, baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulisan.
            Ditinjau dari Sudut Simantik, kata selalu memiliki arti atau makna, baik arti leksikal maupun arti gramatikal. Arti leksikal yang dimaksudkan di sii adalah arti yang terdapat dalam satuan bentuk bahasa yang lain  dalam pemakaiannya, sedangakan yang dimaksudkan dengan arti dramatikal adalah arti yang terdapat pada satuan bentuk bahasa tersebut  bergabung dengan bentuk bahasa yang lain.
Ditinjau dari sudut morfologi , kata selalu berada dalam bentuk morfem, baik yang berupa morfem tunggal ( morfem bebas ) maupun yang berupa yang berupa morfem (gabungan dari beberapa buah morfem).
Ditinjau dari sudut sintaksis, kata selalu merupakan satuan bentuk bahasa yang terdiri sendiri dalam pemakaiannya, baik dalam pengucapan maupun dalam penulisanya.
Ada dua bentuk kata dalam bahasa indonesia , yaitu :
1.     Kata dasar merupakan satuan bahasa yang bermakna yang berupa morfem bebas dan berdiri sendri dalam pemakaiannya.
2.      Kata jadian atau kata turunan merupakan satuan bentuk bahasa yang bermakna yang berupa morfem kompleks dan berdiri sendiri kata dasar dalam pemakaianny seperti kata berafiks, kata berulang, kata berpartikel,  dan kata berklitik.
3.      Kata berafiks adalahs kata dasar yang telah dilekati oleh afiks atau imbuhan, seperti prefikasi atau kata berawalan (bermain, penulis, ditendang melihat), infikasi atau penyisipan (telunjuk, temali,gerigi) sufikasi atau pengkhiran (makanan, hitamkan, turuni, rasanya), komfikasi atau gabungan (kebetulan, perhentian, pedesaan).
4.      Kata berulang merupakan kata yang mengalami pengulangan bentuk, baik pengulangan seluruhnya maupun pengulangan dengan perubahan fonem atau tidak dengan perubahan fonem kata berulang ini terdiri atas empat yaitu:

Morfem Morf, dan Alomorf
            Bentuk-bentuk linguistik itu dapat berwujud morfem, dan alomorf, bahkan ada yang lebih tinggi tataranya, yaitu frase, klausa, kalimat dan wacana. Apa sebenarnya perbedaan antara morfem, morf, alomorf.?
            Morfem dibentuk oleh andua unsur bahasa (latin) yaitu unsur morfhen= bentuk dan unsur ema yang mengndung arti.
            Menurut Admaji, Dkk., morfem adalah satuan terkecil dari pembentukan kata yang dalam satu bahasa yang tidak dapat diuraikan lebih lanjut ke dalam bagian-bagian yang lebih bermakna.
            Menurut J.S. Badudu (1993) mengatakan bahwa morfem merupakan bentuk yang terkecil yang tidak dapat di bagi menjadi bagian yang lebih kecil.
            Berdasarkan pendapat tesebut dapat di simpulkan bahwa morfem adalah satua bentuk bahasa yang paling kecil dan mangandung arti, bentuk bebas maupun yang berupa bentuk terikat.
Dari definisi tersebut dua hal yang perlu perhatikan yaitu.
1.      Morfem merupakan satuan untuk bahasa yang paling kecil dan mengandung arti.
2.      Morfem merupakan satuan bentuk bahasa baik yang bebas maupn yang terikat.

Jenis- jenis Morfem
          Dalam bahasa indonesia terdapat dua jenis morfem, yakni :
1.      Morfem bebas, satuan bentuk bahasa yang terkecil, yang bermakna, dan terdiri sendiri dalam pemakaiannya. Yang termasuk dalam jenis morfem bebas dalam bahasa indonesia meliputi :
a.      Semua kata dasar yang termasuk kelas kata benda.
Contoh : buku, air, mata, tali, kepali, kaki.
b.     Semua kata dasar yang termasuk kelas kata kerja.
Contoh : lihat, dengar, kerja tulis, cium, tendang.
c.      Semua kata dasar yang termasuk kelas kata sifat
Contoh : indah, besar, baik, luas, hitam, manis, cantik.
2.      Morfem terikat, satuan bentuk bahasa yang terkecil, yang bermakna dan selalu terikat dengan bentuk bahasa yang lain dalam pemakaiannya.
Berkenaan dengan morfem terikat ini dalam bahasa indonesia ada beberapa hal yang kemukakan, yaitu:
Pertama : bentuk-bentuk seperti juang, heni, gaul, dan baur, juga termasuk morfem terikat karena bentuk-bentuk tersebut, maskipun bukan afiks, dapat muncul dalam tututran tampa terlebih dahulu mengalami proses ma, dan, kalau, dan atau secara morfologis, seperti; afikasi, reduplikasi, dan komposisi. Bentuk-bentuk seperti ini lazim di sebut sebagai prakategorial.
Kedua : sehubungan dengan istilah prakategorial di atas, menurut konsep verhar (1978) bentuk-bentuk seperti baca, tulis, dan tendan termasuk juga bentuk prakategorial, karena bentuk-bentuk tersebut baru merupakan ‘pangkal’ kata. Sehingga baru bisa muncul dalam pertuturan sesudah mengalami proses morfologi.
Ketiga : bntuk-bentuk seperti renta(yang hanya muncul dalam tua renta), kerotang (yang hanya muncul dalam kering kerotang), dan bugar (yang hanya muncul dalam segar-bugar) juga merupakan  orfem terikat. Lalu karena hanya bisa muncul dalam pasangan tertentu, maka bentuk-bentuk tersebut di sebut juga morfem-morfem terikat unik. Di sini, barangkali perlu juga dalam pengembangan istilah dewasa ini, beberapa morfem unik seperti bugar mulai di kembangkan, sehinga ada istilah kebugarn jasmanin. Dengan demikian, sifat keunikanya menjadi lenyap.
Keempat, bentuk-bentuk yang termasuk preposisidan konjungsi seperti: ke, dari, pada atau secara morfologis termasuk morfem bebas, tetapi secara sintaksis merupakan morfem yang terikat.
Kelima, yang disebut dengan klitika merupakan morfem yang agak sukar ditentukan statusnya: apakah terikat atau bebas. Klitika adalah bentuk-bentuk singkat, biasanya hanya satu silabel, secara fonologis tidak mendapat tekanan, kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat pada bentuk lain, tetapi dapat dipisahkan. Umpahmanya klitika –lah dalam bahasa indonesia posisinya dalam kalimat Ayahlah yang akan datang. Yang dimaksud dengan proklitika adalah klitika yang berposisi di muka kata yang di ikuti, sepertinku kau sedangkan enklitika adalah klitika yang berposisi di belakang kata yang di lekati, seperti-lah,-nya dan –ku pada konstruksi dialah, duduknya dan nasibku.
PROSES MORFOLOGIS
A.     Pengertian proses morfologis
Pada bagian terdahulu telah dibedakan antara morfem dengan kata morfem Adalah satuan bahasa yang paling kecil yang tidak dapat  dibagi atas unsur-unsur pembentuka-nya. Kata mempunyai pengertian sebagai satuan bahasa bebas yang paling kecil. Pada tataran morfologi tingkatan morfem yang sangat terikat kepada bentuk bahasa yang lain. Keberadaan morfem yang lain. Keberadaan morfem selalu bergantung kepada proses morfologis yang dialaminya. Berbeda dengan morfem. Pada morfologi kata menduduki tingkat yang lebih tinggi daripada morfem bahkan merupakan tingkatan yang lebih tinggi daripada morfem bahkan merupakan tingkatan yang paling tinggi jadi. Proses morfologis adalah proses pembentukan dari kata dan bentuk dasar dengan alat pembentukan kata
Bentuk-bentuk ber-,baju,di-sengaja,ke-an, dan adil merupakan bentuk yang tidak dapat dibagi lagi unsur-unsurnya dengan demikian, bentuk-bentuk tersebut dapat dikategorikan sebgai morfem. Seperti telah di ketahui, morfem itu ada yang bebas dan ada yang tirikat.
B.     Ciri-ciri Proses Morfologis
Jika kita telaah kembali, ternyata morfem-morfem yang membentuk atau yang menjadi unsur kata itu berada fungsinya. Ada yang berfungsi  sebagai tempat penggabungannya dan ada yang berfungsi sebagai pengabung. Untuk itu, kita perhatikan contoh di bawah ini :
Baju    < berbaju
Cepat  < tercepat
Tulis    < menulis
Bangun < pembangunan
Anak   < anak-anak
Sunyi   < sunyi senyap
Dari contoh diatas, morfem baju, cepat tulis, bangun, anak dan sunyi berfungsi sebagai tempat penggabungan, sedangkan morfem ber-, ter-, meN, paN,-an morfem ulang, morfem ulang + an, senyap, dan benderang berfungsi sebgai penghubung. Morfem yang berfungsi sebagai tempat penggabungan biasa di sebut tempat dasar.  Dalam bahasa indonesia, bentuk dsar tidak selalu hrus berformem tunggal. Ada kalanya bentuk dasar suatu kata itu bentuknya masih kompleks.
Selain hal tersebut di atas, ciri lain bahwa suatu kata dikatakan mengalami proes morfologi ialah penggabugan atau perpaduan morfem-morfem itu mengalami perubahan makna. Perhatikan contoh berikut :
a.       Cangkul    <          mencangkul
Gunting     <          menggunting
Sepeda      <          bersepeda
Mobl         <          mobil-mobilan
b.      Sepeda      <          sepedah
Kemarin   <          kemaren
C.      Macam-macam morfologis
Proses morfologi atau prosespembentukan kata dalam bahasa dapat di golongkan dalam empat macam proses morfologis yaitu :  
1.      Afikasi adalah proses pembentukan kata dengan menggabungkan imbuhan pada dasar menjadi kata yang berimbuhan ( kata jadian )
Kata bentukan           afikasi
            Contoh : tatar + MeN-              menatar
                           Gigit   + meN-                 menggigit
2.      Pengulangan  /  reduplikasi adalah salah satu proses pembentukan kata. Proses terjadi adalah pengulangan bentuk dasarnya.
Morfem bebas               reduplikasi                  kata ulang 
3.      Komposisi/kemajemukan adalah proses morfologi atau proses pembebtukan kata melalui pengabungan dua morfem yang membentuk satu kesatuan. Hasil dari prose morfologi  ini adalah kata majemuk.
Morfem
+  morfem                 komposisi                kata majemuk
Morfem
Berdasarkan bagian arus di atas, bahwa kata majemuk harus selalu terdiri atas dua unsur. Dua pembentukanya itu harus merupakan satu kesatuan. Ciri-ciri  bentuk majemuk adalah sebgai berikut :
a.       Hubungan unsur-unsur pembetukanya rapat atau sudah menjadi satu senyawa.
b.      Struktur unsur-unsur pembetukanya tidak dapat di pertukarkan

c.       Salah satu atas semua unsurya adalah pokok kata.

Pengertian Program Aplikasi Dan Pengertian SPSS Lengkap Menurut Para Ahli

3:27:00 AM
2.1              Pengertian Program Aplikasi

Menurut Jogiyanto (2001) aplikasi merupakan penerapan, menyimpan sesuatu hal, data, permasalahan, pekerjaan kedalam suatu sarana atau media yang dapat digunakan untuk menerapkan atau menginplementasikan hal atau permasalahan yang ada sehingga berubah menjadi suatu bentuk yang baru tanpa menghilangkan nialai-nilai dasar dari hal data, permasalahan, pekerjaan itu sendiri.
Pengertian Program Aplikasi Dan Pengertian SPSS Lengkap Menurut Para Ahli

2.2              Pengertian SAP

Menurut dokumen PT.PLN SAP (Sistem Application Product in Data

Processing) adalah sebuah package software ERP (Enterprise Resource Planning) yang dikembangkan untuk mendukung sebuah organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif.

SAP adalah produk perangkat lunak ERP yang mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai macam aplikasi bisnis, dimana setiap aplikasi mewakilkan area bisnis tertentu.



2.2.1  Tujuan Menggunakan SAP


Untuk mengurangi jumlah biaya dan waktu yang digunakan untuk mengembangkan dan menguji semua program-program yang ada dalam satu perusahaan. Untuk itulah kebanyakan perusahaan akan mencoba untuk menggunakan tool yang tersedia dalam SAP.

2.2.2        Keuntungan Menggunakan SAP

Keuntungan dari penggunaan SAP adalah SAP mempunyai level integrasi

yang sangat tinggi antara aplikasi-aplikasi individu sehingga menjamin konsistensi data terhadap sistem dan perusahaan implementator.

SAP merupakan a table drive customization software. Sehingga perubahaan persyaratan bisnis dapat dilakukan dengan cepat menggunakan sekumpulan program umum.


2.3              Pengertian Prestasi Kerja

Menurut Malayu S.P Hasibuan (2007:94) prestasi kerja adalah :

“suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu.”

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi kerja yaitu :

1.        Kecakapan

Kemahiran untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang hanya dapat diperoleh dari praktek, baik melalui latihan praktek maupun melalui pengalaman.




2.        Pengalaman

Pengalaman seorang tenaga kerja untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu.

3.        Kesungguhan

Kemauan dan kesenangan yang mendalam terhadap pekarjaan yang dilakukan.

4.        Waktu

Keberadaan karyawan di tempat kerja untuk bekerja sesuai dengan waktu kerja yang telah ditentukan.

2.4              Skala Pengukuran

Menurut Umi Narimawati (2008:70) ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu nominal, ornidal, interval dan ratio.

a.         Nominal

Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasi obyek, individual atau kelompok. Apabila menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisis datanya.

b.        Ordinal

Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan



informasi suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang

tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihan.

c.         Interval

Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval tetap. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka.

d.        Ratio

Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dn interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut.


2.5              Pengertian Unified Modeling Language (UML)


Menurut Martin Fowler (2005:1) Unified Modeling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman beroreantasi objek (OO).

2.5.1        Pengertian Activity Diagram

Menurut Martin Fowler (2005:163) Activity diagram adalah teknik untuk

menggambarkan logika prosedural, proses bisnis, dan jalur kerja. Dalam beberapa

hal, diagram ini memainkan peran mirip sebuah diagram alir, tetapi perbedaan




prinsip antara diagram ini dan notasi diagram alir adalah diagram ini mendukung

behavior paralel.

2.5.2        Pengertian Use Case

Menurut Martin Fowler (2005:141) Use Case adalah teknik untuk

merekam persyaratan fungsional sebuah sistem. Use case mendeskripsikan interaksi ripikal antara para pengguna sistem dengan sistem itu sendiri, dengan memberi sebuah narsi tentang bagaimana sistem tersebut digunakan.

Use case yang sederhana hanya melibatkan satu interaksi/hubungan dengan sebuah aktor, dan use case yang lebih kompleks melibatkan beberapa interaksi dengan aktor. Use cases yang lebih kompleks juga melibatkan lebih dari satu aktor. Untuk menjabarkan use case dalam sistem, sangat baik bila dimulai dengan memperhatikan aktor dan actions/aksi yang mereka lakukan dalam sistem. Setiap use case menggambarkan suatu urutan interaksi antara aktor dengan sistem. Sebuah use case harus memberikan sejumlah nilai pada satu aktor.

a.                  Pendokumentasian Model Use Case


Use case didokumentasi dalam use case model sebagai berikut:

1.    Use Case Name. Setiap use case diberi nama.

2.    Summary. Deskripsi singkat use case, biasanya satu atau dua kalimat.

3.    Dependency. Bagian ini menggambarkan apakah use case yang satu tergantung pada use case yang lain, dalam arti apakah use case tersebut termasuk pada use case yang lain atau malah memperluas use case lain.


4.    Actors. Bagian ini memberikan nama pada actor dalam use case. Selalu terdapat use case utama (primary use case) yang memulai use case Disamping itu terdapat juga secondary use case yang terlibat dalam use case.

5.    Preconditions. Satu atau lebih kondisi harus berjalan dengan baik pada permulaan use case

6.    Deskripsi. Bagian terbesar dari use case merupakan deskripsi naratif dari urutan utama use case yang merupakan urutan yang paling umum dari interaksi antara aktor dan sistem. Deskripsi tersebut dalam bentuk input dari aktor, diikuti oleh respon pada sistem. Sistem ditandai dengan sebuah kotak hitam (black box) yang berkaitan dengan apa yang sistem lakukan dalam merespon input aktor, bukan bagaimana internal melakukannya.

7.    Alternatif-alternatif. Deskripsi naratif dari alternatif merupakan cabang dari urutan utama. Terdapat beberapa cabang alternatif dari urutan utama.

8.    Postcondition. Kondisi yang selalu terjadi di akhir use case, jika urutan utama telah dilakukan

9.    Outstanding questions. Pertanyaan-pertanyaan tentang use case didokumentasikan untuk didiskusikan dengan para user.



2.6              Pengertian SPSS


Menurut Jonathan Sarwono (2006:1) SPSS atau Statistical Product and Service Solution merupakan program aplikasi yang digunakan untuk penghitungan statistik dengan menggunakan komputer. Kelebihan program ini adalah kita dapat melakukan secara cepat semua perhitungan statistik dari yang sederhana sampai yang rumit sekalipun, yang jika dilakukan secara manual akan memakan waktu lebih lama.
Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • SOAL CERDAS CERMAT SD DAN JAWABANNYA
    Berikut adalah Contoh Soal Cerdas Cermat Anak SD dan jawabannya yang sering muncul/dipertanyakan 1.Rangka manusia tersusun atas rangka kepa...
  • Pengertian Renang, Sejarah Renang, Macam-Macam Gaya Renang Dan Manfaat Berenang
    Pengertian Renang Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah g...
  • Pengertian Produk Menurut Para Ahli
    Produk merupakan salah satu aspek penting dalam variabel marketing mix. Produk juga merupakan salah satu variabel yang menentukan dalam ke...
  • Manfaat Database Management
    Sekali lagi kita akan bahan aplikasi database dalam dunia marketing, khususnya dalam relationship marketing atau CRM. Bahwa CRM tanpa databa...
  • Pengertian Dan Definisi aplikasi Menurut Para Ahli
    Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan, lamaran, penggunaan. Secara istilah aplikasi adalah program siap pakai yan...
  • Pengertian Data, Informasi, Sistem, Sistem Informasi, Database, Database Management System, Online Transaction Processing, Online Analytical Processing, Entity Relationship Diagram
    1. Pengertian Data Menurut Inmon (2005:493), data adalah sebuah rekaman dari fakta-fakta, konsep-konsep, atau instruksi-instruksi pada me...

Labels

  • A (23)
  • Administrasi (13)
  • B (25)
  • Belajar (33)
  • C (5)
  • D (5)
  • Definisi (80)
  • Drama (4)
  • Faktor faktor (5)
  • Filsafat (7)
  • Fungsi (18)
  • Geografi (7)
  • Gerhana (3)
  • Ilmu Komunikasi (6)
  • Jenis - Jenis (10)
  • Karakter (6)
  • Karya Tulis (29)
  • Komunikasi (8)
  • Makalah (5)
  • Manajemen (18)
  • Metode Pembelajaran (12)
  • P (5)
  • PENDIDIKAN INKLUSIF (5)
  • PTK (4)
  • Pemasaran (14)
  • Pembelajaran (6)
  • Pendidikan (26)
  • Penelitian (5)
  • Pengertian (294)
  • Pengertian Komunikasi (5)
  • Pengertian Menurut Para Ahli (58)
  • Pengertian Secara Umum (14)
  • Penjualan (8)
  • Pentingnya Pengawasan (1)
  • Peradapan (5)
  • Prinsip (6)
  • Produk (14)
  • S (21)
  • SEKRETARIS (8)
  • Sejarah (25)
  • Seni (19)
  • Seni Rupa (10)
  • Sistem (18)
  • Tujuan (12)

Popular Posts

  • Pengertian Renang, Sejarah Renang, Macam-Macam Gaya Renang Dan Manfaat Berenang
  • Pengertian, Bagian Bagian GENERATOR (MAKALAH MESIN GENERATOR AC)
  • Pengertian Produk Menurut Para Ahli
  • Pengertian Dan Definisi aplikasi Menurut Para Ahli
  • Contoh Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
close
close

Contoh Contoh Proposal

  • CONTOH-CONTOH PROPOSAL
    CONTOH MAKALAH: KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA
  • Ragam Cara Beternak
    Beternak Kakak Tua || CONTOH MAKALAH TENTANG KAKAK TUA
  • Daftar Tanaman Obat
    Manfaat Buah Delima Untuk Kesehatan Dan Kecantikan
Copyright © 2015 Blog Definisi | Pengertian. All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login