• Home
  • About
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Blog Definisi | Pengertian

Blog Definisi | Pengertian
  • Home
  • Definisi
  • Pengertian
  • Pemasara
  • Produk
  • Karya Tulis
  • Seni
  • Sistem
  • SEKRETARIS
Home → Semua Post Berkategori Definisi
Showing posts with label Definisi. Show all posts
Showing posts with label Definisi. Show all posts

Definisi dan Pengertian Reformasi menurut Para Ahli

7:01:00 AM
Reformasi adalah proses pembentukan kembali suatu tatanan kehidupan (lama) diganti dengan tatanan yang baru. Tujuannya ke arah yang lebih baik dengan melihat keperluan masa depan.

Selain itu juga menekankan kembali pada bentuk asal dengan menghentikan penyimpangan-penyimpangan dan praktik-praktik yang salah dengan melakukan perombakan menyeluruh dari suatu sistem kehidupan, baik dalam aspek politik, ekonomi, hukum, sosial, maupun bidang pendidikan.

Orang yang mendukung reformasi (menginginkan perubahan) disebut dengan reformis.
Definisi dan Pengertian Reformasi menurut Para Ahli

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), Reformasi berarti perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dl suatu masyarakat atau negara;

Reformasi ekonomi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan ekonomi dl suatu masyarakat atau negara.

Reformasi hukum adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang hukum dl suatu masyarakat atau negara.

Reformasi politik adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang politik dl suatu masyarakat atau negara.

Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa. Reformasi dapat mengacu kepada beberapa hal berikut:

Reformasi Protestan: Kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16, yang dipimpin oleh Martin Luther, Ulrich Zwingli, Yohanes Calvin, dll.
Reformasi Katolik, kadang disebut "Kontra Reformasi", adalah periode pembaruan pada Gereja Katolik yang diawali dengan Konsili Trente sehubungan dengan struktur gerejani, tarekat religius, gerakan kerohanian, dan dimensi politis. Beberapa tokoh yang menonjol diantaranya: St. Pius V, St. Ignatius Loyola, St. Teresa dari Avila, St. Yohanes dari Salib, St. Fransiskus dari Sales.
Reformasi Indonesia: Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru, yaitu era reformasi. (Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber)

PENGERTIAN SISTEM PASAR BEBAS SERTA FUNGSI DAN DAMPAKNYA

2:49:00 AM
Sistem Pasar Bebas
Pengertian sistem pasar bebas | Fungsi pasar bebas | Dampak sistem pasar bebas | Apa itu sistem pasar besar? Ini merupakan sistem perekonomian yang ada dalam Negara kapitalis pada umumnya. Sistem pasar bebas atau laissez faire (perekonomian pasar). Kata laissez faire berasal dari bahasa Prancis yang mengandung arti "Biarlah mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan keinginan mereka". 

Dalam sistem ini masyarakat diberi kesempatan dan kebebasan penuh untuk menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan dan pemerintah sama sekali tidak ikut campur tangan serta tida berusahan memengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.

Pada sistem pasar bebas, apa yang diinginkan konsumen langsung dicetuskan di pasar dan merupakan dasar untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas. Jika tren/kecenderungan konsumen menginginkan lebih banyak ikan misalnya, maka para pedagang akan menaikkan harga ikan. Di sisi lain, harga pasar ikan yang tinggi akan mendorong perusahaan penangkapan dan pengalengan ikan akan menyediakan lebih banyak jam kerja untuk menangkap dan mengolah ikan tersebut. Bahkan, di antara mereka ada yang berani menanamkan modal untuk memperbanyak kapal penangkap ikan. Akibatnya selanjutnya, penawaran melebihi permintaan konsumen sehingga harga akan kembali turun. Dengan demikian permintaan konsumen perlahan lahan meningkat kembali. 

Penyesuaian seperti ini sering disebut sebagai the invisible hand (tangan yang tidak terlihat) yang merupakan mekanisme sistem pasar bebas dalam mengarahkan keputusan ekonomi. Ungkapan yang terkenal ini diutarakan oleh, Bapak ekonomi modern Adam Smith dalam buku yang ditulisnya The Wealth of Nation pada tahun 1776.

Adam smith membuat bukunya saat di kondisi dunia intelektual yang diliputi dan dikuasai oleh ideologi besar, yaitu liberalism. Ideologi ini pada dasarnya mengajarkan kebebasan dan menjunjung tinggi martabat manusia. Tidaklah aneh jikalau semangat yang paling dasar dari ilmu ekonomi liberalism adalah laissez faire laissez passer atau laissez faire laissez aller. Secara bebas, tetapi biarkanlah kebebasan juga pada orang lain.

Sistem pasar bebas adalah sistem kapitalis. Pengertian kapitalisme adalah suatu sistem dimana harta benda dimiliki dan dikendalikan oleh masyarakat. Setiap laba yang dihasilkan dengan menggunakan harta pribadi menjadi hak pemilik harta tersebut. Alasan atau motif untuk mencari laba dan kemungkinan mengumpulkan harta kekayaan dipercayai oleh banyak individu sebagai satu satunya factor pendorong terbesar yang menyebabkan keberhasilan sistem ini.

Produksi pertanian adalah contoh terbaik dari persaingan sempurna yang ada dalam sistem pasar bebas. Jumlah produsen dalam pertanian atau para petani sangat banyak di Indonesia, keseragaman sebagian besar hasil (komiditi) pertanian dan jumlah pembeli produk pertanian yang besar, secara bersama sama menghasilkan situasi pasar bebas yang baik. Melalui sistem pasar bebas, para produsen pertanian atau para petani dan setelahnya akan segera mengetahui perubahan keinginan konsumen dan para petani akan menanggapi dengan cepat.

Sistem pasar bebas terbukti di satu pihak sebagai sesuatu sistem ekonomi yang berhasil, Hal hal yang telah dicapai oleh Negara Negara maju menunjukkan bahwa mekanisme pasar adalah sistem yang efisien dalam mengalokasikan faktor faktor produksi dan mengembangkan perekonomian. 
Pengertian Sistem Pasar Bebas, Fungsi dan Dampaknya
Semboyan sistem ekonomi pasar oleh Adam Smith
PENGERTIAN SISTEM PASAR BEBAS SERTA FUNGSI DAN DAMPAKNYA

Fungsi Sistem Pasar Bebas dalam Negara
Adapun fungsi fungsi yang akan ada dalam sistem pasar bebas adalah:
Sistem pasar bebas dapat memberikan informasi yang lebih tepat mengenai harga dan jumlah permintaan barang
Sistem pasar bebas memberikan perangsang kepada para pengusaha untuk mengembangkan usaha mereka
Sistem pasar bebas memberikan perangsang kepada para pengusaha untuk memperoleh keahlian modern.
Sistem pasar bebas memberikan merangsang penggunaan barang dan factor produksi secara lebih efisien.
Sistem pasar bebas memberikan kebebasan sepenuhnya kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi.

Dampak Buruk Sistem Pasar Bebas 
Akan tetapi, dalam sistem pasar bebas akan memunculkan beberapa dampak buruk atau akibat buruk. Dampak ini dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk menanggulangi dampak buruk yang ada. Dampak buruk tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
Apabila dalam sistem pasar bebas, pemerintah secara sempurna “lepas tangan” maka kebebasan yang tidak terbatas akan hadir. Hal ini akan menindas golongan ekonomi lemah khususnya apabila terjadi pada bahan bahan pokok.

Kegiatan ekonomi yang tidak stabil dan tidak terjadi kepastian. Dalam sistem pasar bebas yang sempurna tanpa campur tangan pemerintah, kemakmuran dapat cepat tercapai tapi seketika juga dapat mengalami kemorosotan serius. Hal ini dilakukan untuk merubah harga harga barang dan jasa sehingga para produsen dan pemilik pasar dapat menambah keuntungan mereka berkali kali lipat.
Sistem mekanisme pasar bebas akan memunculkan kekuatan monopoli yang dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak kecuali pihak yang melakukan monopoli. Akan tetapi, rakyat kecil akan mengalami kesusahan.

Dalam menyediakan beberapa jenis barang secara bersamaan, mekanisme pasar bebas tidak dapat  melakukan secara efisien
Kegiatan konsumen dan produsen akan menimbulkan eksternalitas yang dapat berupa akibat yang baik ataupun buruk tapi tetap merugikan.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian sistem pasar bebas, fungsi fungsi pasar bebas dalam perekonomian negara dan dampak baik dan buruk yang dtimbulkan oleh sistem pasar bebas. 
Pengertian Sistem Pasar Bebas, Fungsi dan Dampaknya
Sistem ekonomi pasar bebas yang seimbang di pasar

Sumber :
Manajemen Agribisnis (2009) oleh Muhammad Firdaus diterbitkan oleh Bumi Aksara di Jakarta.
PENGERTIAN BUDI PEKERTI DALAM ISLAM

PENGERTIAN BUDI PEKERTI DALAM ISLAM

7:23:00 AM
Budi Pekerti dalam Islam

Istilah budi pekerti dalam kajian Islam lebih dikenal dengan akhlak. Dalam Bahasa Indonesia istilah akhlak disepadankan dengan budi pekerti. Dalam bahasa Arab akhlak artinya tabiat, perangai, kebiasaan. Dalam pembahasan mengenai pendidikan budi pekerti kiranya belum begitu banyak yang membahas secara spesifik. Biarpun ada dengan menggunakan istilah moral atau akhlak. Hal itu karena akhlak sangat berkaitan dengan moral. Jika pengertian agama dan moral tersebut dihubungkan satu dengan lainnya tampak saling berkaitan dengan erat. Dalam konteks hubungan ini jika diambil ajaran agama, maka moral adalah sangat penting bahkan yang terpenting, dimana kejujuran, kebenaran, keadilan, dan pengabdian adalah diantara sifat-sifat yang terpenting dalam agama. 

Menirut Fazlur Rahman sebagaimana ditulis Said Agil Husain AL Munawar dalam buku Aktualisasi Nilai-nilai Qur'ani Dalam Sistem Pendidikan Islam mengatakan bahwa:

"Inti ajaran agama adalah moral yang bertumpu pada keyakinan kepercayaan kepada Tuhan (habl min Allah) dan keadilam serta berbuat baik dengan sesama manusia (habl min al-Nas)". Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hal yang terpenting dalam ajaran agama adalah pembentukan moral. 

Dalam sebuah hadits Nabi dijelaskan juga bahwa Bu'istu li-utammima makarim al-akhlaq. (aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia/memperbaiaki akhlak). Kalau kita perhatikan, memang banyak sekali nilai-nilai ajaran moral yang terkandung dalam Al-Qur'an maupun hadits, sebagai contoh: adil, ta'awun ala al-birr wa al-taqwa, benar, amanah, terpuji, bermanfaat, respect (menghargai orang lain), sayang, tanggungjawab, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan perilaku moralitas individu terhadap kehidupan sosial atau berdampak pada kehidupan sosial (beretika sosial). Dengan landasan nili-nilai ajaran Islam.

Dalam QS. Al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Dalam konteks pendidikan, hadits dan ayat tersebut mengandung dua isyarat. Pertama bahwa tujuan utama pendidikan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, adalah pendidikan budi pekerti yang mulia (karimah) dan terpuji (mahmudah). Tentu saja sumber budi pekerti disini adalah apa yang tertulis dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kedua, dalam proses pendidikan budi pekerti itu, beliau tidak saja membuang tradisi yang dianggap sebagai perilaku yang baik menurut masyarakat setempat. Karena itulah beliau menggunakan istilah “menyempurnakan” bukan mengganti. Dapat disimpulkan bahwa ajaran budi pekerti beliau adalah “memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.”

Peran pendidikan dalam pengembangan kualitas sumber daya insani secara mikro, sebagai proses belajar-mengajar alih pengetahuan (transfer of knowledge), alih metode (transfer of methodology), dan alih nilai (transfer of value). Fungsi pendidikan sebagai sarana alih pengetahuan dapat ditinjau dari "human capital"; bahwa pendidikan tidak dipandang sebagai barang konsumsi belaka tetapi juga sebagai investasi. Hasil investasi ini berupa tenaga kerja yang mempunyai kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam proses produksi dan pembangunan pada umumnya. Dalam kaitan ini proses alih pengetahuan dalam rangka pembinaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk berkembangnya manusia pembangunan. Dengan ilustrasi yang serupa proses alih pengetahuan ini juga berperan pada proses pembudayaan dan pembinaan iman, taqwa dan akhlak mulia.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa peran pendidikan bukan hanya membentuk kecerdasan dari peserta didik namun juga memperhatikan dalam pembinaan budi pekerti agar nantinya dapat bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengertian Budi Pekerti Berdasarkan Etimologi

Pengertian Budi Pekerti Berdasarkan Etimologi

7:19:00 AM
Secara etimologi, budi pekerti berasal dari dua kata, yaitu budi dan pekerti. Kata budi berarti nalar, pikiran atau watak. Sedangkan pekerti berarti penggawean, watak, tabiat atau akhlak.

Kata pekerti dari kata dasar kerti berarti perbuatan. Kata ini berasal dari akar kata kr berarti membuat. Jadi, budi budi bekerti berarti kesadaran perbuatan atau tingkah laku seseorang. Kedua unsur ini memiliki pertalian erat. Maksudnya, budi terdapat pada batin manusia, sifatnya yang kasat mata, tidak kelihatan. Budi seseorang baru tampak apabila seseorang telah melakukan sesuatu ke dalam bentuk pekerti.

Budi pekerti yang dimaksud adalah penanaman dan pengembangan nilai, sikap dan perilaku peserta didik sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti luhur. Seperti: sopan santun, berdisiplin, bertanggung jawab, ikhlas, jujur dan lain sebagainya.

Pengertian budi pekerti dalam bahasa Inggris diartikan sebagai moralitas (morality), yang memiliki beberapa pengertian antara lain: adat istiadat, sopan santun dan perilaku. Namun secara hakiki pengertian budi pekerti adalah perilaku. Sebagai perilaku, budi pekerti meliputi pula sikap yang dicerminkan oleh perilaku.[13] Dari sini dapat disimpulkan budi pekerti adalah kesadaran perbuatan atau tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Psikologi Agama

Pengertian Psikologi Agama

5:14:00 AM
Psikologi Agama menggunakan dua kata yaitu Psikologi dan Agama. Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. Psikologi secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari gejala jiwa manusia yang normal, dewasa dan beradab (Jalaluddin, et al, 1997;77). Menurut Robert H. Thouless, psikologi sekarang dipergunakan secara umum untuk ilmu tentang tingkah laku dan pengalaman manusia (Robert H.Thouless, 1992:13).
Psikologi agama adalah cabang dari psikologi yang meneliti dan menelaah kehidupan beragama pada seseorang dan mempelajari seberapa besar pengaruh keyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya. Dengan ungkapan lain, psikologi agama adalah ilmu yang meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku seseorang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang yang menyangkut tata cara berpikir, bersikap, berkreasi dan bertingkah laku yang tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya. Pada suatu fase dalam pengkajian psikologi agama, seseorang dihadapkan kepada pertanyaan tentang apakah yang dimaksud dengan kata-kata “psikologi” dan “agama.” Kedua kata tersebut dipergunakan dengan berbagai macam makna. Ini tidak berarti tidak ada kendala yang tidak teratasi dalam memahami kedua kata tersebut secara pasti. Namun perlu dikemukakan bahwa penulis tertentu akan menjelaskan bagaimana dia digunakan kata-kata tersebut. 
Thouless berpendapat bahwa psikologi agama adalah cabang dari psikologi yang bertujuan mengembangkan pemahaman terhadap perilaku kegamaan dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologi yang dipungut dari kajian terhadap perilaku bukan keagamaan. (Robert H. Thouless;25).
Menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat, psikologi agama meneliti dan menalaah kehidupan beragama pada seseorang dan mempelajari berapa besar pengaruh keyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya. Disamping itu, psikologi agama juga mempelajari pertumbuhan dan perkembangan jiwa agama pada seseorang, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keyakinan tersebut. (Zakiah Daradjat,1970;11)
  Psikologi agama termasuk psikologi khusus yang mempelajari sikap dan tingkah laku seseorang yang timbul dari keyakinan yang dianutnya berdasarkan pendekatan psikologi. Psikologi agama menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat, meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang, karena cara seseorang berpikir, bersikap, bereaksi dan bertingkah laku, tidak dapat dipisahkan dari keyakinanya, karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya.
Dalam kajian psikologi agama, persoalan agama tidak ditinjau dari makna yang terkandung dalam pengertian yang bersifat definitif. Pengertian agama dalam kajian dimaksud lebih bersifat umum, yaitu mengenai proses kejiwaan terhadap agama serta pengaruhnya dalam kehidupan pada umumnya. Melalui pengertian umum seperti itu, paling tidak akan dapat diamati bagaimana fungsi dan peranan keyakinan terhadap sesuatu yang dianggap sebagai agama kepada sikap dan tingkah laku lahir dan batin seseorang. Dengan kata lain, bagaimana pengaruh keberagamaan terhadap proses dan kehidupan kejiwaan hingga terlihat dalam sikap dan tingkah laku lahir (sikap dan tindakan serta cara bereaksi) serta sikap, dan tingkah laku batin (cara berpikir, merasa atau sikap emosi).
Menurut Zakiah Darajat, kesadaran beragama (religious conciousnes) adalah aspek mental dari aktivitas agama. Aspek ini merupakan bagaian/segi agama yang hadir (terasa) dalam pikiran dan dapat diuji melalui introspeksi. Sedangkan yang dimaksud dengan pengalaman agama (religious experience) adalah unsur perasaan dalam kesadaran agama, yaitu perasaan yang membawa kepada keyakinan yang dihasilkan dalam tindakan (amaliyah) nyata.
Psikologi agama dengan demikian merupakan cabang psikologi yang meneliti dan mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan pengaruh keyakinan terhadap agama yang dianutnya serta dalam kaitannya dengan perkembangan usia masing-masing. Upaya untuk mempelajari tingkah laku keagamaan tersebut dilakukan melalui pendekatan psikologi. Jadi penelaahan tersebut merupakan kajian empiris.
Ruang Lingkup dan Kegunaan PSIKOLOGI AGAMA

Ruang Lingkup dan Kegunaan PSIKOLOGI AGAMA

4:44:00 AM
Sebagai disiplin ilmu yang otonom, psikologi agama memiliki ruang lingkup pembahasannya tersendiri yang dibedakan dari disiplin ilmu yang mempelajari masalah agama yang lainnya. Sebagai contoh, dalam tujuannya psikologi agama dan ilmu perbandingan agama memiliki tujuan yang tak jauh berbeda, yakni mengembangkan pemahaman terhadap agama dengan mengaplikasikan metode-metode penelitian yang bertipe bukan agama dan bukan teologis. Bedanya adalah, bila ilmu perbandingan agama cenderung perhatiannya pada agama-agama primitif dan eksotis tujuannya adalah untuk mengembangkan pemahaman dengan memperbandingkan satu agama dengan agama lainnya. Sebaliknya psikologi agama, seperti pernyataan Robert H. Toubless, memutuskan kajiannya pada agama yang hidup dalam budaya suatu kelompok atau masyarakat itu sendiri. Kajiannya terpusat pada pemahaman terhadap perilaku keagamaan tersebut dengan menggunakan pendekatan psikologi. (Robert H. Thouless;25)
Prof. Dr. Zakiah Daradjat ruang lingkup yang menjadi lapangan kajian psikologi agama meliputi kajian mengenai:
- Bermacam-macam emosi yang menjalar di luar kesadaran yang ikut menyertai kehidupan beragama orang biasa (umum), seperti rasa lega dan tenteram sehabis sembahyang, rasa lepas dari ketegangan batin sesudah berdoa atau membaca ayat-ayat suci, perasaan tenang, pasrah dan menyerah setelah berzikir dan ingat kepada Allah ketika mengalami kesedihan dan kekecewaan yang bersangkutan.
- Bagaimana perasaan dan pengalaman seseorang secara individual terhadap Tuhannya, misalnya rasa tenteram dan kelegaan batin.
- Mempelajari, meneiliti dan menganalisis pengaruh kepercayaan akan adanya hidup sesudah mati (akhirat) pada tiap-tiap orang.
- Meneliti dan mempelajari kesadaraan dan perasaan orang terhadap kepercayaan yang berhubungan dengan surga dan neraka serta dosa dan pahala yang turut memberi pengaruh terhadap sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan.
- Meneliti dan mempelajari bagaimana pengaruh penghayatan seseorang terhadap ayat-ayat suci dan kelegaan batinnya. 

Tegasnya psikologi agama hanya mempelajari dan meneliti fungsi-fungsi jiwa yang memantul dan memperlihatkan diri dalam perilaku dalam kaitannya dengan kesadaran dan pengalaman agama manusia. Kedalamnya juga tidak termasuk unsur-unsur keyakinan yang bersifat abstrak (gaib) seperti tentang Tuhan, Surga dan Neraka, kebenaran sesuatu agama, kebenaran kitab suci dan lainnya, yang tak mungkin teruji secara empiris. Dengan demikian psikologi agama menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat adalah mempelajari kesadaran agama pada seseorang yang pengaruhnya terlihat dalam kelakuan dan tindak agama orang itu dalam hidupnya (Zakiah Daradjat:15). Persoalan pokok dalam psikologi agama adalah kajian terhadap kesadaran agama dan tingkah laku agama, kata Robert H. Thouless, atau kajian terhadap tingkah laku agama dan kesadaran agama. (Robert H. Thouless).
Hasil kajian psikologi agama tersebut ternyata dapat dimanfaatkan dalam berbagai lapangan kehidupan seperti dalam bidang pendidikan, psikoterapi dan mungkin pula dalam lapangan lainnya dalam kehidupan. Bahkan sudah sejak lama pemerintah kolonial Belanda memanfaatkan hasil kajian psikologi agama untuk kepentingan politik. Pendekatan agama yang dilakukan oleh Snouck Hurgronje terhadap para pemuka agama dalam upaya mempertahankan politik penjajahan Belanda di tanah air, barangkali dapat dijadikan salah satu contoh kegunaan psikologi agama.
Di bidang industri juga psikologi agama dapat dimanfaatkan. Sekitar tahun 1950-an di perusahaan minyak Stanvac (Plaju dan Sungai Gerong) diselenggarakan ceramah agama Islam untuk para buruhnya. Para penceramah adalah para pemuka agama setempat. Kegiatan berkala ini diselenggarakan didasarkan atas asumsi bahwa ajaran agama mengandung nilai-nilai moral yang dapat menyadarkan para  buruh dari perbuatan yang tak terpuji dan merugikan perusahaan. Sebaikanya dari hasil kegiatan tersebut di evaluasi, dan ternyata pengaruh ini dapat mengurangi kebocoran seperti pencurian, manipulasi maupun penjualan barang-barang perusahaan yang sebelumnya sukar dilacak.
Sebaliknya sekitar tahun 1979, perusahaan tekstil di majalaya pernah melarang buruhnya menunaikan sholat jumat. Menurut pimpinan perusahaan waktu istirahat siag dan sholat jumat mengurangi jumlah jam kerja dan akan mengurangi produksi. Tetapi setelah larangan di laksanaka, dan buruh dipaksakan tetap bekerja, ternyata produksi menurun secara drastis. Disini terlihat hubungan antara tingkat produksi dan etos kerja yang ada kaitanya dengan kesadaran agama.
Dalam ruang lingkup yang lebih luas , jepang ternyata menggunakan pendekatan psikologi agama dalam membangun negaranya. Bermula dari mitos bahwa kaisar jepang adalah titisan dewa matahari (amiterasu omikami), mereka dapat menumbuhkan jiwa bushido, yaitu ketaatan terhadap pemimpin. Mitos ini telah dapat membangkitkan perasan agama para prajurit dalam perang dunia ke II untuk melakukan harakiri (bunuh diri) dan ikut dalam pasukan kamikaze (pasukan berani mati). Dan setelah usai perang dunia ke II. Jiwa bushido tersebut bergeser menjadi etos kerja dan disiplin serta tanggung jawab moral. 
Dalam banyak kasus, pendekatan psikologi agama, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat digunakan untuk membangkitkan perasaan dan kesadaran agama. Pengobatan pasien di rumah-rumah sakit, usaha bimbingan dan penyuluhan narapidana di Lembaga Permasyarakatan banyak dilakukan dengan menggunakan psikologi agama ini. Demikian pula dalam lapangan pendidikan psikologi agama dapat difungsikan pada pembinaan moral dan mental keagamaan peserta didik.
Perbedaan Psikologi Agama dan Cabang Psikologi

Perbedaan Psikologi Agama dan Cabang Psikologi

4:38:00 AM
  Para ilmuwan (Barat) menganggap filsafat sebagai induk dari segala ilmu. Sebab filsafat merupakan tempat berpijak kegiatan keilmuwan (Jujun S. Suriasumanteri, 1990:22). Dengan demikian, psikologi termasuk ilmu cabang dari filsafat. Dalam kaitan ini, psikologi agama dan cabang psikologi lainnya tergolong disiplin ilmu ranting dari filsafat. 

Sebaliknya jika psikologi dinilai sebgai disiplin ilmu yang otonom yang kemudian darinya berkembang berbagai disiplin ilmu cabangnya, maka psikologi agama dapat disebut sebagai cabang psikologi. Oleh karena itu, sebutan psikologi agama sebagai ilmu cabang dari psikologi agaknya dapat diterima. Sehubungan dengan hal itu, maka pemahaman psikologi agama dan cabang psikologi seperti yang dimaksud dalam pembahasan berikut adalah menurut pendekatan yang terakhir.

Psikologi secara umum mempelajati gejala-gejala kejiwaan manusia yang berkaitan dengan pikiran (cognisi), perasaan (emotion), dan kehendak (conasi). Gejala tersebut secara umum memiliki ciri-ciri yang hampir sama pada diri manusia dewasa, normal dan beradab. Dengan demikian ketiga gejala pokok tersebut dapat diamati melalui sikap dan perilaku manusia. Namun terkadang ada di antara pernyataan dalam aktivitas yang tampak itu merupakan gejala campuran, sehingga para ahli psikologi menambahnya hingga menjadi empat gejala jiwa utama yang dipelajari psikologi, yaitu pikiran, perasaan, kehendak dan gejala campuran. Adapun yang termasuk gejala campuran ini seperti intelegensi, kelelahan maupun sugesti.

Kemudian dalam perkembangan selanjutnya mulai terungkap bahwa gejala-gejala jiwa tersebut tidak sama pada manusia yang berbeda usia. Gejala jiwa yang melatarbelakangi aktivitas, sikap dan tingkah laku anak-anak berbeda dengan anak remaja, serta juga terdapat perbedaan anatara remaja dengan orang dewasa maupun orang yang sudah lanjut usia. Kenyataan ini mendorong para ahli psikologi untuk mengembangkan cabang-cabang psikologi yang dapat digunakan untuk mempelajari gejala-gejala jiwa manusia pada tingkat usia tertentu. Dari sini timbullah ilmu-ilmu cabang psikologi seperti psikologi anak, psikologi remaja, psikologi orang tua. 

Psikologi anak secara umum mempelajari perkembangan kejiwaan pada usia kanak-kanak. Sedangkan setelah anak menginjak usia pubertas hingga menjelang usia dewasa dibahas oleh cabang psikologi yang lain, yaitu psikologi remaja. Demikian pula untuk mempelajari tentang gejala jiwa manusia usia lanjut (manula) dikembangkan pula psikologi khusus sebagai cabang dari psikologi umum.

Selanjutnya dalam kajian-kajian psikologi juga dijumpai berbagai perbedaan antara manusia sudah berbudaya tinggi (berperadaban) dengan manusia yang masih hidup secara sederhana (primitif), maka muncul pula psikologi primitif sebagai cabang berikutnya. Kemudian dalam kaitannya dengan kondisi mental ternyata manusia juga berbeda, sehingga untuk mempelajarinya diperlukan adanya psikologi khusus. Maka muncullah psikologi abnormal dan para psikologi.

Manusia yang memiliki hambatan mental (mental handicapped) dengan tingkat Intellegensi Quotion (IQ) secara umum dikenal dengan sebutan abnormal yang negatif. Sebaliknya yang memiliki IQ di atas normal yang dikenal dengan manusia cerdas (begaf dan genius) cenderung disebut abnormal positif. Namun, di balik itu ditemui pula manusia yang dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa kemampuan inderawi yang istimewa. Mereka yang tergolong memiliki indera tambahan ini (indera keenam) dikenal dengan sebutan paranormal. Dalam kaitan ini pula timbul cabang-cabang psikologi abnormal dan para psikologi tersebut.

Setelah lahirnya cabang-cabang psikologi dan kemudian menjadi disiplin ilmu yang otonom, pengembangannya tidak berhenti. Sebagai ilmu terapan, tampaknya psikologi berkaitan erat dengan kehidupan manusia secara pribadi maupun dengan lingkungan sosialnya. Kenyataan ini selanjutnya melahirkan cabang-cabang lagi menjadi psikologi kepribadian dan psikologi sosial.

Di luar itu psikologi pun berkaitan dengan profesi dan pekerjaan. Di antara cabang-cabang psikolgi ini adalah psikologi klinis yang digunakan dalam bidang kedokteran. Kemudian dalam bidang pendidikan juga dikembangkan psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan, menurut H. Carl Wetherington adalah suatu studi tentang proses-proses yang terjadi dan untuk memahami serta memberikan petunjuk-petunjuk yang bijaksana kepada proses-proses pendidikan. (M. Buchori, 1992:8). 

Psikologi sebagai ilmu terapan (applied science) berkembang sejalan dengan kegunaannya. Dengan demikian, psikololgi yang diakui sebagai disiplin yang mandiri sejak tahun 1879 ini ternyata telah memperlihatkan berbagai sumbangan dalam memecahkan berbagai problema dan menguak misteri hidup manusia serta mengupayakan peningkatan sumber daya manusia (Djamaluddin Ancok, 1994: 1). Barangkali karena alasan-alasan seperti itu maka psikologi kemudian berkembang. Berbagai cabang sesuai dengan kepentingan bidang masing-masing memisahkan diri dari induknya dan kemudian menjadi disiplin yang otonom.

Ternyata seabad setelah psikologi diakui sebagai disiplin ilmu yang otonom, para ahli melihat bahwa psikologi pun memiliki keterkaitan dengan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan batin manusia yang paling dalam, yaitu agama. Para ahli psikologi mulai menekuni studi khusus tentang hubungan antara kesadaran agama dan tingkah laku agama. Menurut beberapa temuan dari hasil studi yang dilakukan mereka melihat bahwa kasus-kasus seperti itu dapat dipelajari melalui pendekatan psikologi. Beberapa contoh dari hasil penelitian A. Godin dan Soeur Marthe terhadap pemikiran magis pada anak-anak, kemudian R. Goldman mengadakan studi mengenai perkembangan konseptual dalam pemikiran anak-anak, terlihat memiliki implikasi praktis yang jelas bagi pendidikan agama. Implikasi serupa merupakan salah satu contoh bagaimana bentuk sumbangan pemahaman agama secara psikologis (Robert H. Thouless, 1992:9).

Kajian-kajian yang khusus mengenai agama melalui pendekatan psikologis ini sejak awal-awal abad ke-19 menjadi kian berkembang, sehingga para ahli psikologi yang bersangkutan melalui karya mereka telah membuka lapangan baru dalam kajian psikologi, yaitu psikologi agama. Sebagai mana latar belakang perkembangan cabang-cabang lainnya dari psikologi, maka psikologi agama pun kemudian mulai mendapat perhatian khusus, hingga menjadi disiplin yang otonom dengan nama psikologi agama.

Menurut Robert H. Thouless, selama sekitar  tiga puluh hingga empat puluh tahun terakhir ini jumlah penelitian terhadap permasalahan khusus dalam psikologi agama sudah banyak sekali (Robert H. Thouless: 10). Pernyataan ini setidak-tidaknya menginformasikan, bahwa sebagai cabang dari psikologi, maka psikologi agama dianggap semakin penting dalam mengkaji tingkah laku agama.

PENGERTIAN APLIKASI MENURUT PARA AHLI

11:15:00 AM

Aplikasi adalah program siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan printah-printah dari pengguna aplikasi tersebut dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih akurat sesuai dengan tujuan pembuatan aplikasi tersebut, aplikasi mempunyai arti yaitu pemecahan masalah yang menggunakan salah satu tehnik pemrosesan data aplikasi yang biasanya berpacu pada sebuah komputansi yang diinginkan atau diharapkan maupun pemrosesan data yang diharapkan

Pengertian aplikasi secara umum adalah alat terapan yang difungsikan secara khusus dan terpadu sesuai kemampuan yang dimilikinya aplikasi merupakan suatu perangkat komputer yang siap pakai bagi user.

PENGERTIAN APLIKASI MENURUT PARA AHLI
Pengertian aplikasi menurut para ahli adalah sebagai berikut :

a. Menurut Jogiyanto (1999:12) adalah penggunaan dalam suatu komputer, instruksi (instruction) atau pernyataan (statement) yang disusun sedemikian rupa sehingga komputer dapat memproses input menjadi output.

b. Menurut Kamus Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998 : 52) adalah penerapan dari rancang sistem untuk mengolah data yang menggunakan aturan atauketentuan bahasa pemrograman tertentu. Aplikasi adalah suatu program komputer yang dibuat untuk mengerjakan dan melaksanakan tugas khusus dari pengguna.

c. Menurut Rachmad Hakim S, Aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan untuk tujuan tertentu, seperti mengolah dokumen, mengatur Windows &, permainan (game), dan sebagainya.

d. Menurut Harip Santoso, Aplikasi adalah suatu kelompok file (form, class, rePort) yang bertujuan untuk melakukan aktivitas tertentu yang saling terkait, misalnya aplikasi payroll, aplikasi fixed asset, dan lain-lain.

Beberapa aplikasi yang digabung bersama menjadi suatu paket kadang disebut sebagai suatu paket atau suite aplikasi (application suite). Contohnya adalah Microsoft Office dan OpenOffice.org, Bahasa Pemrograman yang menggabungkan suatu aplikasi pengolah kata, lembar kerja, serta beberapa aplikasi lainnya. Aplikasi-aplikasi dalam suatu paket biasanya memiliki antarmuka pengguna yang memiliki kesamaan sehingga memudahkan pengguna untuk mempelajari dan menggunakan tiap aplikasi
Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • SOAL CERDAS CERMAT SD DAN JAWABANNYA
    Berikut adalah Contoh Soal Cerdas Cermat Anak SD dan jawabannya yang sering muncul/dipertanyakan 1.Rangka manusia tersusun atas rangka kepa...
  • Konsep Pengembangan Strategi Pemasaran
    Ada 5 konsep yang mendasari suatu strategi pemasaran, yaitu : · Segmentasi pasar Merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setia...
  • Pengertian Dan Definisi aplikasi Menurut Para Ahli
    Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan, lamaran, penggunaan. Secara istilah aplikasi adalah program siap pakai yan...
  • Pengertian Produk Menurut Para Ahli
    Produk merupakan salah satu aspek penting dalam variabel marketing mix. Produk juga merupakan salah satu variabel yang menentukan dalam ke...
  • PENGERTIAN SEMANTIK DAN PRAGMATIK
    SEMANTIK Semantik ialah bidang yang mengkaji selok-belok makna. Oleh sebab, makna merupakan ciri semua sistem lambang, maka pada kebias...
  • Pengertian Motivasi Diri Dan Teori Motivasi
    Pengertian Motivasi Diri Motivasi Diri adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Kita...

Labels

  • A (23)
  • Administrasi (13)
  • B (25)
  • Belajar (33)
  • C (5)
  • D (5)
  • Definisi (80)
  • Drama (4)
  • Faktor faktor (5)
  • Filsafat (7)
  • Fungsi (18)
  • Geografi (7)
  • Gerhana (3)
  • Ilmu Komunikasi (6)
  • Jenis - Jenis (10)
  • Karakter (6)
  • Karya Tulis (29)
  • Komunikasi (8)
  • Makalah (5)
  • Manajemen (18)
  • Metode Pembelajaran (12)
  • P (5)
  • PENDIDIKAN INKLUSIF (5)
  • PTK (4)
  • Pemasaran (14)
  • Pembelajaran (6)
  • Pendidikan (26)
  • Penelitian (5)
  • Pengertian (294)
  • Pengertian Komunikasi (5)
  • Pengertian Menurut Para Ahli (58)
  • Pengertian Secara Umum (14)
  • Penjualan (8)
  • Pentingnya Pengawasan (1)
  • Peradapan (5)
  • Prinsip (6)
  • Produk (14)
  • S (21)
  • SEKRETARIS (8)
  • Sejarah (25)
  • Seni (19)
  • Seni Rupa (10)
  • Sistem (18)
  • Tujuan (12)

Popular Posts

  • Pengertian Renang, Sejarah Renang, Macam-Macam Gaya Renang Dan Manfaat Berenang
  • Pengertian, Bagian Bagian GENERATOR (MAKALAH MESIN GENERATOR AC)
  • Pengertian Produk Menurut Para Ahli
  • Pengertian Dan Definisi aplikasi Menurut Para Ahli
  • Contoh Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
close
close

Contoh Contoh Proposal

  • CONTOH-CONTOH PROPOSAL
    CONTOH MAKALAH: KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA
  • Ragam Cara Beternak
    Beternak Kakak Tua || CONTOH MAKALAH TENTANG KAKAK TUA
  • Daftar Tanaman Obat
    Manfaat Buah Delima Untuk Kesehatan Dan Kecantikan
Copyright © 2015 Blog Definisi | Pengertian. All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login