• Home
  • About
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Blog Definisi | Pengertian

Blog Definisi | Pengertian
  • Home
  • Definisi
  • Pengertian
  • Pemasara
  • Produk
  • Karya Tulis
  • Seni
  • Sistem
  • SEKRETARIS
Home → Semua Post Berkategori Pengertian Aset
Showing posts with label Pengertian Aset. Show all posts
Showing posts with label Pengertian Aset. Show all posts
Pengertian dan Macam-Macam Aset

Pengertian dan Macam-Macam Aset

8:56:00 AM
Aset - Aset (assets) adalah semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan. Aset dapat di klarifikasikan ke dalah beberapa subkelompok sebagai berikut :

Aset Lancar (Current Assets)

Kas (cash) adalah uang tunai yang disimpan di brankas atau di kantor, ataupun simpanan di bank, yang berbentuk giro atau simpanan lain yang dapat diambil setiap saat.

Deposito bank/deposito berjangka (time deposite) adalah simpanan pada bank yang berbentuk deposito yang dapat diambil pada waktu-waktu tertentu misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan.

Surat berharga/efek (marketable securities) adalah saham dan obligasi perusahaan lain yang segera dapat diuangkan atau dijual di bursa efek. Tujuan pemilikannya adalah untuk memanfaatkan kelebihan uang kas (idle money).

Piutang usaha (account receivable) adalah hak untuk menagih kepada pihak lain karena sebelumnya perusahaan memberikan pinjaman atau menjual barang/jasa secara kredit kepada pihak lain.

Piutang wesel/wesel tagih (notes receivable) adalah surat perintah yang ditujukan kepada seseorang atau badan tertentu untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang telah ditentukan pada orang yang namanya ditulis dalam surat tersebut atau pada orang yang membawa surat tersebut.

Persediaan barang dangang (merchandise inventory) adalah persediaan barang yang siap dijual.

Perlengkapan kantor (office supplies) adalah perlengkapan yang digunakan untuk lancarnya administrasi perkantoran. Contoh : kertas HVS, isi stapler, disket, flashdisk dan lain-lain.

Perlengkapan toko (store supplies) adalah perlengkapan yang digunakan untuk kelancaran kegiatan di toko. Contoh : Kantong plastik.

Beban dibayar di muka (prepaid expenses) adalah beban yang telah dikeluarkan oleh perusahaan, tetapi belum menjadi kewajiban atau belum digunakan. Contoh : Asuransi dibayar di muka (prepaid insurance) dan sewa dibayar di muka (prepaid rent).

Pendapatan yang harus diterima/piutang pendapatan (accurued revenus) adalah pendapatan yang sudah diperhitungkan/sudah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayarannya. Contoh : bunga yang akan diterima, dan piutang sewa.

Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang adalah penanaman modal pada perusahaan lain dalam jangka panjang, yang tujuannya selain untuk memperoleh tambahan pendapatan, juga untuk mengkontrol atau mengendalikan perusahaan tersebut, seperti investasi dalam saham dan obligasi.

Aset Tetap
Aset tetap (fixed assets) adalah kekayaan perusahaan yang pemakaiannya dalam waktu lama (lebih dari satu periode akuntansi). Aset tersebut digunakan dalam kegiatan normal perusahaan serta mempunyai nilai material (relatif besar nilainya), misalnya : tanah, gedung/bangunan, mesin-mesin, kendaraan, peralatan toko, dan peralatan kantor.

Aset Tetap Tidak Berwujud
Aset tetap tidak berwujud (intangible fixed assets) adalah hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan mempunyai nilai, namun tidak mempunyai bentuk fisik. Aset tidak berwujud antara lain sebagai berikut :
Good will, yaitu nilai lebih yang dimiliki suatu perusahaan yang timbul karena adanya keistimewaan-keistimewaan tertentu, seperti letak yang sangat stategis dan nama yang sudah sangat dikenal.
Hak paten, yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha untuk menggunakan penemuan baru.

Hak cipta, yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha untuk memperbanyak/menjual barang-barang hasil karya seni atau tulisan.
Merek dagang, yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada badan usaha untuk menggunakan nama, cap atau lambang bagi usahanya.
Hak sewa (leasing), yaitu hak untuk menggunakan aktiva tetap pihak lain dalam jangka waktu panjang.
Frenchise, yaitu hak istimewa yang diperoleh perusahaan atau perseorangan dari pihak lain untuk mengkomersilkan produk, teknik, atau formula tertentu.

Aset Lain-Lain Aset lain-lain (other assets) adalah aktiva yang tidak dapat digolongkan dalam empat jenis aktiva diatas, misalnya biaya pendirian dan biaya emisi saham serta aktiva tetap yang tidak dipakai.
Pengertian Dan Definisi Aset | PENGERTIAN ASET MENURUT PARA AHLI

Pengertian Dan Definisi Aset | PENGERTIAN ASET MENURUT PARA AHLI

8:51:00 AM
Aset, Liabilitas dan Ekuitas merupakan kata-kata yang sering kita jumpai pada mata pelajaran Akuntansi. Apakah yang dimaksud dengan Aset, Liabilitas dan Ekuitas? Berikut akan kami jelaskan mengenai pengertian dan definisi dari Aset, Liabilitas dan Ekuitas.

Aset (assets) adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Aset perusahaan berasal dari transaksi atau peristiwa lain yang terjadi di masa lalu. Perusahaan biasanya memperoleh aset melalui pengeluaran berupa pembelian atau produksi sendiri. Akan tetapi, tidak adanya pengeluaran yang bersangkutan tidak mengecualikan suatu barang atau jasa memenuhi definisi aset, misalnya barang atau jasa yang telah didonasikan kepada perusahaan dapat dianggap sebagai aset.
Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi dari aset tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivitas operasional perusahaan. Selain itu, ada beberapa manfaat ekonomi aset di masa depan, misalnya aset dapat:
a.      Digunakan baik sendiri maupun bersama aset lain dalam produksi barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan
b.     Dipertukarkan dengan aset lain
c.      Digunakan untuk menyelesaikan liabilitas
d.     Dibagikan kepada para pemilik perusahaan

Liabilitas (Liabilities) adalah kewajiban perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, peyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

Liabilitas timbul dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Jadi, misalnya pembelian barang atau penggunaan jasa menimbulkan utang usaha (kecuali jika dibayar dimuka atau pada saat penyerahan dan penerimaan pinjaman bank menimbulkan liabilitas untuk membayar kembali pinjaman tersebut.
Penyelesaian kewajiban masa kini, selain pembebasan dari kreditur, biasanya melibatkan perusahaan untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat masa depan untuk memenuhi tuntutan pihak lain. Penyelesaian kewajiban yang ada sekarang dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan:
a.      Pembayaran kas
b.     Penyerahan asset lain
c.      Pemberian jasa
d.     Penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain
e.      Konversi kewajiban menjadi ekuitas

Ekuitas (Equity) adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua liabilitas. Jumlah ekuitas yang ditampilkan dalam laporan posisi keuangan tergantung pada pengukuran aset dan liabilitas. Biasanya hanya karena faktor kebetulan jumlah ekuitas agregat sama dengan jumlah nilai pasar keseluruhan (aggregate market value) dari saham perusahaan.
Sumber Pustaka:
Raja Adri Satriawan Surya. 2012. Akuntansi Keuangan Versi IFRS+. Yogyakarta: Graha Ilmu

PENGERTIAN ASET MENURUT PARA AHLI
Pengertian Aset 
Aset merupakan elemen neraca yang akan membentuk informasi semantik berupa posisi keuangan bila dihubungkan dengan elemen yang lain yaitu kewajiban dan ekuitas. Aset merepresntasikan potensi jasa fisis dan non-fisis yang memampukan badan usaha untuk menyediakan barang dan jasa. Terdapat beberapa sumber dari pengertian aset. Diantaranya: FASC mendefinisikan aset dalam kerangka konseptualnya sebagai berikut (FSAC No.6 prg 25):
“Assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a particular entity as a result of past transaction or even”.
(Aset adalah manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau dikuasai atau dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu.)

Dengan makna yang sama International Accounting Standard Committee (IASC) bahwa asset sebagai sumber daya yang dikendalikan oleh suatu entitas sebagai hasil kejadian masa lalu yang mana manfaat ekonomis masa depan diharapkan didapatkan oleh perusahaan.

Dalam statement of Accounting Concepts No. 4, Australian Accounting Sandard Board (AASB) mendefinisikan aset sebagai berikut:
“Assets are service potential future economic benefits controlled by reporting entity as a result of past transaction or other pas events”.
(Aset sebagai potensial jasa atau manfaat ekonomis yang dikendalikan oleh pelaporan entitas sebagai hasil transaksi masa lalu tau kejadian masa lalu lainnya.)

Sedangkan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintah (Lampiran II PP No 24 tahun 2005) mendefinisikan asset lebih luas lagi, yaitu sebagai sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh suatu pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan daripadanya diperoleh manfaat ekonomi baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, dan dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.

Dari beberapa pengertian, penulis mengambil kesimpulan bahwa asset merupakan suatu elemen yang memiliki nilai manfaat ekonomis dan dapat di ukur dalam satuan uang, baik dari usaha yang transaksinya dilaporkan dimasa lampau hingga sekarang, dimiliki oleh perorangan (pemerintah) maupun di kuasai oleh pemerintah.

Untuk dapat disebut sebagai suatu aset, suatu objek harus memiliki manfaat ekonomi dimasa datang yang cukup pasti. Manfaat ekonomi ini ditunjukkan oleh potensi jasa atau utilitas yang melekat padanya yaitu sebagai suatu daya atau kapasitas langka yang dapat dimanfaatkan kesatuan usaha dalam upayanya untuk mendapatkan pendapatan melalui kegiatan ekonomi. Disamping manfaat ekonomi suatu objek bisa dikatakan sebagai aset objek tersebut tidak harus dimiliki oleh entitas tetapi cukup dikuasai oleh entitas. Artinya untuk memiliki aset harus terdapat proses yang disebut dengan transfer kepemilikan.

Kriteria lain yang merupakan penyempurnaan dalam pendefinisisan objek sebagai aset adalah aset merupakan akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

Aset dalam pandangan Islam
Pengertian aset/harta dalam alquran disebutkan dalam 25 surat dan 46 ayat. Menurut Abdul Baqi, al-maal disebutkan 86 kali dalam Al-Quran.

Jadi yang dimaksud dengan maal (harta/aset) itu berbeda-beda sesuai dengan tempat dimana kata-kata itu disebutkan dalam Al-quran. Akan tetapi makna maal (harta/aset) secara umum ialah segala sesuatu yang disukai manusia seperti: hasil pertanian, perak atau emas, ternak, atau barang-barang lain yang termasuk perhiasan dunia.

Klasifikasi Aset
Aset adalah semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan.
Aset dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa subkelompok sebagai berikut :

a. Aset lancar (current Assets)
Menurut Dyckman et al, “Aktiva lancar mencakup kas dan aktiva lainnya yang diperkirakan dapat direalisasi menjadi kas atau dijual atau digunakan selama satu siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca (salah satu yang lebih lama).” Yang termasuk dalam aktiva lancar adalah kas (cash), investasi jangka pendek (temporary investment), wesel tagih (notes receivable), penghasilan yang masih akan diterima (accruals receivable), persediaan barang (inventory), dan biaya yang dibayar dimuka (prepaid expense).

b. Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Investasi jangka panjang dapat berupa saham dan obligasi dari dan pinjaman kepada perusahaan lain, harta kekayaan yang tidak digunakan dalam operasi rutin perusahaan misalnya gedung yang disewakan kepada pihak lain, mesin yang digunakan di waktu yang akan datang, dana yang diperuntukkan bagi tujuan khusus selain pembayaran utang jangka pendek, pinjaman kepada anak perusahaan atau perusahaan afiliansi.

c. Aktiva Tetap (Fixed Asset)
Menurut Carl S. Warrant, James M. Reeve, Philip E. Fees yang diterjemahkan oleh Aria Farahmita, dkk dalam buku “Pengantar Akuntansi” menyatakan bahwa: “Aktiva tetap (fixed asset) adalah sumber daya fisik yang dimiliki serta digunakan oleh bisnis dan bersifat permanen atau tahan lama”.

Yang termasuk dalam kelompok aktiva tetap adalah tanah, bangunan atau gedung (building), mesin-mesin (machinery), peralatan kantor (office furniture), peralatan toko (store furniture), alat pengangkutan (delivery equipment) dan sumber-sumber alam (natural resources) 

d. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)
Djarwanto mengartikan aktiva tidak berwujud sebagai hak-hak yang dimiliki perusahaan. Hak ini diberikan kepada penemunya, penciptanya, atau penerimanya. Pemilik hak ini dapat karena menemukan sendiri atau diperoleh dengan jalan membeli dari penemunya. Hak-hak ini dilindungi oleh undang-undang.

Yang termasuk dalam aktiva tidak berwujud (Intangible Asset) adalah hak cipta (copyrights), hak sewa/kontrak (leasholds), hak monopoli (franchises), hak paten, merek dagang (trademarks), biaya organisasi (organization costs) dan goodwill.

e. Biaya yang Ditangguhkan (Deffered Charges)
Biaya yang ditangguhkan umumnya muncul karena pembayaran di muka beban jangka panjang. Beban ini memiliki manfaat ekonomis di masa yang akan datang yang dapat ditentukan dengan meyakinkan.

Biaya yang ditangguhkan (Deffered Charges) adalah pengeluaran-pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang, dimana pembebanannya sebagai biaya usaha berlangsung untuk beberapa tahun atau periode. Yang termasuk dalam biaya yang ditangguhkan adalah biaya penataan ulang mesin, biaya penerbitan obligasi, biaya pensiun dibayar dimuka atau pembayaran di muka asuransi.

f. Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Other Non-Current Asset)
Adalah harta kekayaan perusahaanlain yang tidak termasuk pada kelompok-kelompok aktiva tersebut sebelumnya. Perbedaan utama antara aktiva lancer atau jangka pendek dengan aktiva tidak lancer atau jangka panjang adalah :
Aktiva jangka panjang tidak habis digunakan dalam siklus operasi tunggal;
Manajemen bermaksud memiliki atau menggunakan aktiva jangka panjang melebihi periode satu tahun dari tanggal neraca atau satu siklus operasi normal (jika lebih panjang).
Yang termasuk dalam aktiva tidak lancar lainnya adalah uang kas pada bank tertutup atau dinegara asing, investasi lain-lain yang tidak termasuk dalam investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang
PENGERTIAN ASET DAN KEWAJIBAN

PENGERTIAN ASET DAN KEWAJIBAN

8:31:00 AM
PENGERTIAN ASET DAN KEWAJIBAN
Ada banyak definisi dari aset (asset) yang diberikan oleh para ahli, di antaranya adalah seperti di bawah ini:
q  Financial Accounting Standard Board (FASB) dalam Statement of Financial Accounting Concepts Nomor 6 tentang Elements of Financial Statements  memberikan definisi: assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a particular entity as a result of past transactions or events.
q  Bazley et al. (2007: 122) memberikan definisi: assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a company as a result of past transactions or events. Definisi ini sama dengan definisi dari FASB hanya berbeda pada kata “a particular entity” di definisi FASB yang pada definisi Bazley et al. diganti menjadi “a company”.
q  Stice et al. (2007: 94) memberikan definisi: assets are probable future economic benefit obtained or controlled by a particular entity as a result of past transactions or events. Definisi ini sama dengan definisi dari FASB.
q  International Accounting Standard (IAS) dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements) memberikan  definisi sebagai berikut: an asset is a resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected to flow to the enterprise.
q  Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) tentang Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (SAK, 2007: 9) memberikan definisi: aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh badan usaha sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh badan usaha. Definisi ini sama persis dengan definisi dari IAS.
Jika dilihat dari definisi yang diberikan mengenai aset seperti terlihat di atas nampak bahwa secara umum definisi yang diuraikan di atas dapat dikategorikan ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok pertama yang mengadopsi definisi dari FASB dan kelompok kedua yang mengadopsi definisi dari IAS. Nampak pula definisi dari FASB dan IAS secara prinsip tidak berbeda. Namun perlu dicatat masih banyak definisi-definisi lain tentang aset yang dikemukakan oleh para ahli, tidak hanya terbatas pada 2 kelompok definisi yang mengacu pada definisi FASB dan IAS. Tetapi karena dua definisi ini yang banyak digunakan sebagai acuan, maka 2 definisi ini yang diuraikan dan akan dijadikan acuan pada tulisan ini. Bila mengacu pada definisi dari FASB, maka komponen utama yang penting dari definisi aset dapat diuraikan sebagai berikut:
q  Probable Future Economic Benefits
Karena aset memberikan manfaat masa depan, maka digunakan istilah probable (cukup pasti). Untuk economic benefits di sini dapat dimaknai sebagai economic resources. Suatu benda dapat dikatakan sebagai economic resources apabila memiliki 2 karakteristik, yaitu kelangkaan dan manfaat.
Menurut APB Statement Nomor  4 contoh dari economic resources adalah :
a.       Productive resources yang bisa berupa bahan baku, mesin, peralatan, sumber daya alam, paten dan aktiva tidak berwujud lainnya, jasa dan hak kontrak untuk menggunakan mesin, peralatan, bangunan dari pihak lain.
b.      Produk yaitu barang yang siap untuk dijual (persediaan).
c.       Uang (kas dan setara kas).
d.      Tagihan atas sejumlah uang (piutang).
e.       Kepemilikan pada badan usaha lain (investasi pada badan usaha lain).
q  Obtained or Controlled
Suatu aset dapat diakui sebagai milik badan usaha apabila diperoleh dan dikendalikan oleh badan usaha. Masalah ini menjadi penting, karena banyak yang memaknainya sebagai kepemilikan (hak milik) atas aset. Padahal yang lebih penting bukan kepemilikan aset, tetapi pengendalian dari aset tersebut. Contoh: badan usaha membeli mesin secara kredit dengan jangka waktu pembayaran selama 10 tahun. Pada saat pembelian badan usaha dapat mencatat mesin sebagai asetnya, walaupun belum ada bukti kepemilikan. Yang penting        di sini badan usaha sudah dapat mengendalikan mesin tersebut (dapat digunakan). Contoh yang lain adalah: badan usaha melakukan sewa guna usaha (leasing) mesin dengan jenis capital lease, maka pada saat kontrak lease ditandatangani mesin tersebut sudah dapat diakui sebagai aset leasing (aktiva sewa guna usaha) badan usaha, padahal tidak ada bukti kepemilikan. Pengakuan sebagai aset di sini melihat dari pengendalian mesin tersebut.
q  Result of Past Transaction or Event
Suatu aset dapat diakui jika disertai dengan adanya transaksi atau kejadian yang berhubungan dengan perolehan aset tersebut. Transaksi dan kejadian di sini harus sudah terjadi di masa lalu. Contoh: suatu mesin bisa diakui sebagai aset apabila ada transaksi pembelian atau kontrak sewa guna usaha terlebih dahulu. Suatu kondisi yang masih belum pasti (kontinjensi) tidak dapat diakui sebagai aset. Untuk kejadian (event) di sini kadang menimbulkan konflik, yaitu kejadian bagaimana yang dapat menimbulkan aset? Apakah tanda tangan suatu kontrak sama dengan kejadian? Banyak kontrak yang disebut sebagai executory contract, seperti perjanjian sewa-menyewa yang baru akan diakui sebagai aset setelah dilaksanakannya ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam kontrak tersebut. Tetapi apabila terdapat kontrak untuk membeli mesin pada tahun 2010 dan tidak ada pemenuhan perjanjian apapun saat ini, maka tetap tidak diakui sebagai aset.
q  Exchangeability
Walaupun tidak terdapat dalam definisi dari FASB, namun beberapa akuntan setuju untuk memasukkan komponen exchangeability dalam definisi aset. Mereka berargumen suatu barang yang kurang memiliki kemampuan untuk dipertukarkan akan kurang memiliki nilai ekonomis. Yang menjadi masalah apabila unsur exchangeability dimasukkan sebagai kriteria untuk menilai goodwill. Goodwill tidak dapat dipertukarkan sebagai komponen terpisah dari keseluruhan badan usaha, sehingga pasti tidak memiliki kemampuan exchangeability. Tetapi pendapat tentang exchangeability itu sendiri masih diperdebatkan, ada juga yang menolak dan FASB sendiri tidak memasukkannya dalam kriteria aset.

Sedangkan untuk kewajiban beberapa definisi yang diberikan oleh para ahli adalah seperti di bawah ini:
q  FASB dalam Statement of Financial Accounting Concepts Nomor 6 tentang Elements of Financial Statements  memberikan definisi sebagai berikut: liabilities are probable future sacrifices of economic benefits arising from present obligations of a particular entity to transfer assets or provide services to other entities in the future as a result of past transactions or events.
q  Bazley et al. (2007: 122) memberikan definisi sebagai berikut: liabilities are the probable future sacrifices of economic benefits arising from present obligations of a company to transfer assets or provide services in the future as a result of past transactions or events. Definisi ini sama dengan definisi dari FASB hanya berbeda pada kata “a particular entity” di definisi FASB, yang pada definisi Bazley et al. diganti menjadi “a company”. Demikian pula kata “to other entities” pada definisi Bazley et al. dihilangkan.
q  Stice et al. (2007: 94) memberikan definisi: liabilities are probable future sacrifices of economic benefits arising from present obligations of a particular entity to transfer assets or provide services to other entities in the future as a result of past transactions or events. Definisi ini sama dengan definisi dari FASB.
q  International Accounting Standard (IAS) dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements) memberikan  definisi sebagai berikut: a liability is a present obligation of the entrerprise arising from past events, the settlement of which is expected to result in an outflow from the enterprise of resources embodying economics benefits.
q  Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) tentang Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (SAK, 2007: 9) memberikan definisi kewajiban sebagai berikut berikut: kewajiban adalah utang badan usaha masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus ke luar dari sumber daya badan usaha yang mengandung manfaat ekonomi. Definisi ini sama persis dengan definisi dari IAS.

Jika dilihat dari definisi yang diberikan mengenai liability seperti terlihat di atas nampak bahwa sama dengan pada definisi mengenai aset, secara umum definisi yang diuraikan untuk liability dapat dikategorikan ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok pertama yang mengadopsi definisi dari FASB dan kelompok kedua yang mengadopsi definisi dari IAS. Nampak pula definisi dari FASB dan IAS secara prinsip tidak berbeda. Namun sama dengan uraian definisi aset di atas, perlu dicatat masih banyak definisi-definisi lain tentang kewajiban yang dikemukakan oleh para ahli, tidak hanya terbatas pada 2 kelompok definisi yang mengacu pada definisi FASB dan IAS. Tetapi karena dua definisi ini yang banyak digunakan sebagai acuan, maka 2 definisi ini yang diuraikan dan menjadi acuan pada tulisan ini.Bila mengacu pada definisi dari FASB, maka komponen utama yang penting dari definisi kewajiban dapat diuraikan sebagai berikut:

q  Obligation.
Istilah obligation dapat diterjemahkan sebagai kewajiban, di mana dalam kewajiban ini tercakup komitmen legal, moral, sosial dan kewajiban yang tersirat. Dalam hal ini berlaku ungkapan substansi mengungguli bentuk. Sebagian besar kewajiban memiliki kepastian hukum tetapi beberapa masih berdasarkan kewajiban yang bersifat equitable and constructive. Contoh equitable adalah kewajiban untuk mengganti barang cacat walaupun tidak ada dalam perjanjian, sedangkan constructive misalnya untuk vocation pay pegawai di akhir tahun walaupun tidak ada perjanjian terdahulu.
q  To transfer assets or provide services to other entities.
Jadi kewajiban mengakibatkan klaim khusus atas aset atau jasa di masa depan dan bersifat probable (cukup pasti). Jika yang diklaim di masa depan bukan aset atau jasa, tetapi saham badan usaha itu sendiri, maka bukan termasuk kewajiban.
q  Result  of past Transaction or Event.
Kewajiban timbul dengan didahului terjadi transaksi atau kejadian. Contoh: utang dagang bisa timbul setelah terjadi transaksi pembelian barang dagangan secara kredit. Sedangkan kejadian yang menimbulkan utang dagang adalah penerimaan barang dari penjual. Apabila yang terjadi adalah executory contract, maka apakah sudah dapat disamakan dengan past transaction or event? Executory contract tidak dapat disamakan dengan past transaction or event, kecuali jika sudah terjadi pemenuhan komponen-komponen dalam kontrak tersebut            di antara kedua belah pihak. Bagaimana dengan loss contingencies? Untuk kontinjensi karena terjadinya belum pasti, maka menurut FASB dapat diakui sebagai kewajiban jika kepastian terjadinya probable dan jumlahnya dapat diestimasi. Apabila hal tersebut tidak dapat dilakukan, maka tidak diakui sebagai kewajiban. Untuk beberapa hal badan usaha melakukan off-balance sheet financing sebagai cara manajemen untuk tetap mempertahankan rasio debt-equity (financial leverage). Contoh yang paling umum dari off-balance sheet financing adalah operating lease. Dalam operating lease, badan usaha akan memiliki kesempatan menggunakan aset tetapi tidak mengakui adanya aset dan kewajiban. Pengakuannya hanya sebagai biaya sewa saja. Tentu saja dengan operating lease, financial leverage badan usaha akan tetap terjaga.
Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • SOAL CERDAS CERMAT SD DAN JAWABANNYA
    Berikut adalah Contoh Soal Cerdas Cermat Anak SD dan jawabannya yang sering muncul/dipertanyakan 1.Rangka manusia tersusun atas rangka kepa...
  • Konsep Pengembangan Strategi Pemasaran
    Ada 5 konsep yang mendasari suatu strategi pemasaran, yaitu : · Segmentasi pasar Merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setia...
  • PENGERTIAN SEMANTIK DAN PRAGMATIK
    SEMANTIK Semantik ialah bidang yang mengkaji selok-belok makna. Oleh sebab, makna merupakan ciri semua sistem lambang, maka pada kebias...
  • PENGERTIAN HARGA DAN STRATEGI PENENTUAN HARGA
    1. Pengertian Harga Harga, nilai dan faedah (utility) merupakan konsep-konsep yang sangat berkaitan. Utility adalah atribut suatu produk ...
  • Pengertian Motivasi Diri Dan Teori Motivasi
    Pengertian Motivasi Diri Motivasi Diri adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Kita...
  • Pengertian Campuran Menurut Kimia
    Apa itu campuran? Dalam ilmu kimia, campuran adalah zat yang terbentuk dari beberapa zat berbeda melalui proses fisika. Campuran terbentuk...

Labels

  • A (23)
  • Administrasi (13)
  • B (25)
  • Belajar (33)
  • C (5)
  • D (5)
  • Definisi (80)
  • Drama (4)
  • Faktor faktor (5)
  • Filsafat (7)
  • Fungsi (18)
  • Geografi (7)
  • Gerhana (3)
  • Ilmu Komunikasi (6)
  • Jenis - Jenis (10)
  • Karakter (6)
  • Karya Tulis (29)
  • Komunikasi (8)
  • Makalah (5)
  • Manajemen (18)
  • Metode Pembelajaran (12)
  • P (5)
  • PENDIDIKAN INKLUSIF (5)
  • PTK (4)
  • Pemasaran (14)
  • Pembelajaran (6)
  • Pendidikan (26)
  • Penelitian (5)
  • Pengertian (294)
  • Pengertian Komunikasi (5)
  • Pengertian Menurut Para Ahli (58)
  • Pengertian Secara Umum (14)
  • Penjualan (8)
  • Pentingnya Pengawasan (1)
  • Peradapan (5)
  • Prinsip (6)
  • Produk (14)
  • S (21)
  • SEKRETARIS (8)
  • Sejarah (25)
  • Seni (19)
  • Seni Rupa (10)
  • Sistem (18)
  • Tujuan (12)

Popular Posts

  • Pengertian Renang, Sejarah Renang, Macam-Macam Gaya Renang Dan Manfaat Berenang
  • Pengertian, Bagian Bagian GENERATOR (MAKALAH MESIN GENERATOR AC)
  • Pengertian Produk Menurut Para Ahli
  • Pengertian Dan Definisi aplikasi Menurut Para Ahli
  • Contoh Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
close
close

Contoh Contoh Proposal

  • CONTOH-CONTOH PROPOSAL
    CONTOH MAKALAH: KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA
  • Daftar Tanaman Obat
    Manfaat Buah Delima Untuk Kesehatan Dan Kecantikan
  • Ragam Cara Beternak
Copyright © 2015 Blog Definisi | Pengertian. All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login